HAKI Terhadap Sebuah Brand Bisnis, Seberapa Penting?

-

HAKI atau hak atas kekayaan intelektual memiliki peranan penting terhadap sebuah brand bisnis. Bisa dibilang, memulai dan menjalankan bisnis tanpa memperhitungkan perlindungan HAKI adalah sebuah kesalahan. Sebab, tanpa mendaftarkan HAKI bisa saja merek dagang atau ide usaha yang sudah dikembangkan bisa ditiru atau dijiplak oleh pihak lain.

Baca juga: Kompetitor dalam Berbisnis, Ambil Positifnya Saja!

Isu tentang HAKI belakangan kembali menyeruak dan menjadi pembahasan hangat. Seperti yang kita ketahui, belum lama ini public dihebohkan dengan munculnya fenomena Citayam Fashion Week. Namun, beritanya bukan melulu tentang anak muda bernama Jeje, Bonge maupun Roy saja, melainkan tentang pro kontranya rencana Baim Wong yang mematenkan HAKI Citayam Fashion Week atas nama perusahaannya.

Tidak kalah hangat, kasus perebutan HAKI juga terjadi kepada 2 brand skincare asal Indonesia, yakni PS Glow dengan MS glow. Pemilik dari kedua brand skincare tersebut saling menggugat di pengadilan karena perebutan merek.

Baca juga: Perjalanan Lengkap Kasus Rebutan Merek MS Glow Vs PS Glow

Dari kedua fenomena tersebut diatas, dapat di simpulkan betapa pentingnya HAKI terhadap sebuah brand bisnis. Lantas, apa itu HAKI? Dan apa konsekuensi bagi yang melanggar? Simak baik-baik ya! Dikutip dari beberapa sumber, berikut penjelasannya.

HAKI Apa Itu? Dan Seberapa Penting Bagi Sebuah Brand

source : canva

Sebelum lebih dalam kita ulas tentang pentingnya HAKI terhadap sebuah brand. Sebaiknya, kita ketahui dahulu apa itu HAKI?

Dikutip wikipedia, HAKI merupakan jenis kekayaan yang memuat kreasi tak berwujud dari intelektualitas. Contoh yang paling dikenal hingga saat ini adalah hak cipta, hak paten, merek dagang dan rahasia dagang. Karena perlu Anda ketahui, aset terpenting dari sebuah bisnis biasanya bukan berupa aset fisik, melainkan berupa ide yang diekspresikan menjadi suatu produk.

Baca juga: Ide Green Business, Peluang Bisnis Ramah Lingkungan yang Menjanjikan

Perusahaan yang mendaftarkan brand-nya ke HAKI, secara otomatis brand tersebut akan mendapat perlindungan secara hukum. Tentunya, sebagai pemilik brand, bisa lebih leluasa memanfaatkan nilai ekonomis dari brand tersebut.

Selanjutnya, brand atau merek dagang yang sudah terdaftar bisa menjadi landasan kuat untuk melawan pihak lain yang menggunakan brand Anda secara ilegal. Dari sini dapat kita tarik kesimpulan tentang pentingnya HAKI terhadap sebuah brand bisnis.

Jenis-Jenis HAKI

source : liputan6

Dikutip dslawfirm.com, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI mengelompokan HAKI dalam dua jenis. Pertama adalah hak cipta dan yang kedua adalah hak kekayaan industri. Berikut pemaparannya.

1. Hak Cipta

Hak cipta adalah hak eksklusif yang dimiliki oleh pemegang hak cipta untuk mengatur penggunaan karya ciptanya. Mulai dari mengumumkan, memperbanyak dan bahkan memberi izin pihak lain untuk menggunakan karyanya.

Jenis HAKI ini memiliki objek dengan cakupan yang sangat luas. Berbagai macam contoh output dari hak cipta mulai dari seni batik, lagu atau musik, drama, tarian, arsitektur, peta, fotografi, alat peraga, buku, program komputer dan lain sebagainya.

2. Hak Kekayaan Industri

Berbeda dengan hak cipta, hak kekayaan industri terdiri dari beberapa turunan mulai dari hak paten, hak atas merek, desain industri dan juga indikasi geografis. Mengacu pada poin hak atas merek, artinya pemilik brand memiliki hak eksklusif atas brand yang sudah di daftarkan.  

Sebagai contoh, jika Anda mendaftarkan brand “A”, maka hanya Anda lah yang diperbolehkan melabeli produknya dengan brand tersebut dan mencantumkan bahwa produk tersebut orisinil. Kondisi ini membuat orang lain tidak boleh menggunakan brand “A” untuk melabeli produknya.

Konsekuensi Pelanggaran HAKI

source : canva

Lantas, bagaimana jika ada orang yang dengan sadar dan sengaja menggunakan brand “A” untuk melabeli produknya? Tentunya ini sudah masuk dalam kategori pelanggaran HAKI. Selanjutnya, apa konsekuensinya? Adakah undang-undang yang mengatur pelanggaran HAKI tersebut?

Dikutip laman resmi kemenparekraf, HAKI telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Dimana, pada pasal 113 ayat 1 menyebutkan, seseorang yang terbukti melanggar hak cipta dapat dikenai pidana penjara paling lama 1 tahun, dengan denda paling banyak Rp100.000.000.

Tentunya, aturan ini dibuat agar ada efek jera bagi pelanggar HAKI. Sehingga, para pelaku bisnis yang telah mendaftarkan HAKI tidak perlu khawatir jika brand-nya ditiru atau bahkan diklaim oleh pihak lain.

KawanKAWN, itulah sedikit informasi tentang pentingnya HAKI terhadap sebuah brand bisnis. Oh iya, jika ada pertanyaan seputar HAKI maupun aplikasi kasir online KAWN, silahkan tulis di kolom komentar ya. Dan, bagi KawanKAWN yang memiliki usaha dan ingin mencoba free trial aplikasi kasir online KAWN selama 15 hari, silahkan klik disini.