Budidaya Jamur Tiram di Musim Penghujan, Siap-Siap Kebanjiran Cuan Nih!

-

Budidaya jamur tiram menjadi salah satu konsep bisnis yang bisa dijalani seseorang pada saat musim penghujan. Mengapa musim penghujan? Curah hujan yang tinggi saat musim penghujan menyebabkan kelembaban jamur tetap terjaga, dan tentu saja membuat jamur tumbuh subur serta juga produktif.

Hal ini tentu berbeda pada saat di musim kemarau. Dimana, udara panas dapat menghambat pertumbuhan dan produktivitas jamur. Pasalnya, suhu ideal untuk budidaya jamur pada titik 16 derajat hingga 24 derajat celcius. Sehingga, dapat disimpulkan, waktu yang tepat untuk menjalankan bisnis budidaya jamur adalah saat musim penghujan.

Dikutip dari laman radarbanyuwangi.jawapos.com, Muhamad Kurniawan salah satu pembudidaya jamur asal Banyuwangi bercerita, sehari-hari dia bisa memanen jamur hanya 10 kg saja. Namun berbeda saat musim hujan tiba, dimana dia dapat memanen jamur hingga 15 kg per harinya.

Kadang kala, hujan bisa menghambat aktivitas bagi banyak orang. Akan tetapi, bagi sebagian orang, musim penghujan bisa menghadirkan berkah bagi mereka yg berjiwa bisnis, mulai dari bisnis cuci kendaraan, menjual jas hujan, menjual minuman hangat hingga bisnis laundry kiloan.

Baca juga: Bisnis Laundry Kiloan, Potensi Cuan Melimpah di Bisnis Ini

Selain bisnis yang disebutkan diatas, budidaya jamur tiram juga bisa menjadi alternatif saat musim penghujan tiba, terlebih di masa pandemi seperti saat ini. Sebab, selain berpotensi mendatangkan keuntungan, cara budidayanya pun juga relatif mudah.

Baca juga: Musim Hujan Membawa Berkah! Yuk, Siapkan 5 Peluang Usaha Ini

Jika Anda minim pengetahuan dan tertarik mencoba budidaya jamur tiram juga? Yuk kita bahas caranya! Dikutip dari rumah123.com, berikut ulasannya.

Budidaya Jamur Tiram dengan Menyediakan Bibit Terlebih Dahulu

source : kaskus

Menyediakan bibit menjadi langkah awal dan sangat penting, saat Anda membangun bisnis budidaya jamur tiram. Bagaimana tidak, bibit jamur menjadi cikal bakal pertumbuhan jamur yang akan dihasilkan nanti.

Jika bibit jamur berkualitas baik, akan baik juga hasil jamur yang akan dipanen. Begitupun sebaliknya, penggunaan bibit yang tidak baik memungkikan Anda memanen jamur yang berkualitas buruk juga. Bahkan, kemungkinan terburuknya gagal panen terjadi pada budidaya jamur Anda.

Anda sendiri pun bisa saja membuat bibit jamur tiram yang berkualitas. Namun, tentunya ada beberapa langkah perlu Anda jalankan, mulai dari menyiapkan media bibit, pengambilan eksplan, proses inokulasi hingga menghasilkan bibit yang berkualitas.

Akan tetapi, jika Anda tidak mau repot dengan segala proses tersebut, Anda bisa membelinya pada supplier. Salah satunya pada laboratorium mikrobiologi yang dikembangkan perguruan tinggi, atau perusahaan jamur skala besar yang ada di daerah Anda.  

Baca juga: Tips Memilih Bibit Jamur

Siapkan Media Tanam Jamur Tiram dan Rak Penyimpanan

source : pak tani digital

Setelah bibit sudah Anda siapkan, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah menyiapkan kantong budidaya jamur, atau yang biasa disebut dengan baglog. Baglog sendiri terbuat dari serbuk kayu, kapur serta dedak padi.

Cara membuatnya pun cukup sederhana, yakni dengan mencampurkan semua bahan tersebut dengan ditambahkan sedikit air. Kemudian aduk hingga rata, lalu masukan kedalam plastik ukuran 1 kg.

Setelah membuat media tanam, tidak lupa juga untuk membuat rak. Rak-rak tersebutlah yang akan digunakan untuk menempatkan baglog. Rak biasanya dibuat menggunakan batang bambu atau kayu.  

Proses Pembibitan

source : pikiran rakyat

Setelah bibit, media tanam dan rak sudah disiapkan, langkah selanjutnya adalah proses pembibitan. Dimana, bibit yang sudah siap, dimasukan kedalam media tanam atau baglog.

Namun, proses pembibitan ini membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan lamanya. Hal ini dilakukan guna pembentukan miselium dalam baglog, atau jejaring sel yang membentuk tubuh jamur.

Lantas, bagaimana caranya agar kita tahu kalau miselium sudah terbentuk? Baglog yang tadinya berwarna hitam kecoklatan akan menjadi putih merata, disitulah tanda kalau miselium sudah terbentuk secara merata. Setelah itu, buka bagian ujung plastik, agar tunas-tunas jamur tiram dapat tumbuh.  

Perawatan

source : berita satu

Setelah tunas-tunas jamur mulai tumbuh, barulah lakukan perawatan agar jamur tiram dapat dipanen sesuai harapan. Jamur merupakan salah satu tanaman yang cukup mudah untuk dirawat, kuncinya ada pada kelembaban jamur itu sendiri. Itulah mengapa, musim penghujan merupakan waktu ideal untuk mengembangbiakan jamur tiram.

Oleh karena itu, jika saat musim kemarau, lakukan penyiraman setiap hari saat pagi sekitar pukul 09.00 dan sore pukul 16.00. Selain rutin melakukan penyiraman, pasti kondisi ruangan budidaya jamur tetap bersih.

Masa Panen

source : 99.co

Perlu diketahui, jamur merupakan salah satu tanaman yang memiliki umur singkat. Biasanya, jamur tiram bisa di panen pada umur 4 hingga 7 hari setelah media tanam atau baglog dibuka.

Menariknya, satu baglog jamur bisa dipanen 5 hingga 8 kali, tentunya harus dibarengi dengan perawatan yang baik juga ya! Umumnya, baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg bisa menghasilkan jamur sebanyak 800 gram.

Bagaimana, mudah bukan? Apakah Anda tertarik untuk budidaya jamur juga?  

KawanKAWN, baru saja kita bahas mengenai langkah-langkah budidaya jamur tiram. Akan tetapi, jika Anda memiliki cara membudidaya jamur tiram yang lebih simple dan hasil yang memuaskan. Silahkan berbagi di kolom komentar ya! Terima kasih!