Hari Pendidikan Nasional: Nadiem Makarim, Pendiri Gojek Sekaligus Menteri Pendidikan RI

-

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia setiap tanggal 2 Mei. Hari Pendidikan Nasional ini bertujuan untuk memperingati kelahiran serta menghormati Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.

Hari Pendidikan Nasional agaknya menjadi momentum yang tepat untuk merefleksikan kembali hal apa saja yang sudah dikerjakan dengan baik dan apa saja yang seharusnya perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan, terutama di Indonesia. Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa Indonesia merupakan negara berpendidikan, tetapi mirisnya, kondisi pendidikan di Indonesia masih belum sepenuhnya merata. Hal ini tentu menjadi suatu masalah yang harus segera dibenahi. Lebih menyedihkannya lagi, salah satu faktor penyebab pendidikan di Indonesia yang kurang merata adalah faktor kemiskinan, SDM (Sumber Daya Manusia), rendahnya kualitas guru, hingga rendahnya sarana dan prasarana di sekolah-sekolah.

Berbicara mengenai Hari Pendidikan Nasional, rasanya belum lengkap jika tidak membahas sedikit tentang tokoh pejuang bangsa, yaitu Ki Hadjar Dewantara yang jasanya sangat luar biasa dalam memperjuangkan nasib rakyat pribumi agar dapat memperoleh pendidikan yang layak, maka ada pula sosok mengagumkan lainnya di masa kini, yaitu Nadiem Anwar Makarim. Untuk itu, KAWN POS ingin mengajak KawanKAWN untuk lebih mengenal sosok Nadiem Makarim, pendiri Gojek sekaligus Menteri Pendidikan RI.

Baca Juga: 14 Fakta Menarik Ki Hajar Dewantara yang Jarang Diketahui

Hari Pendidikan Nasional, Founder Gojek dan Menteri Pendidikan

source: beritatrans.com

Pada Hari Pendidikan Nasional tahun lalu, Nadiem Makarim memberi pendapat bahwa menurutnya, Hari Pendidikan Nasional merupakan momen yang tepat dalam merefleksikan serta merenungkan kembali terhadap kekurangan dan hal apa yang harus diperbaiki. Menurutnya, segala perjuangan yang telah dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara harus dijiwai dan diresapi maknanya, serta dihidupkan kembali semangatnya, agar lekas tercipta pendidikan yang layak dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka, harapannya dengan momen Hari Pendidikan Nasional ini, pendidikan yang masih timpang akan segera merata. Sebab, mendapatkan pendidikan yang layak merupakan hak seluruh rakyat.

Sebelum dilantik menjadi Menteri Pendidikan, KawanKAWN pasti sudah tahu bahwa Nadiem Makarim adalah founder dari aplikasi yang namanya sudah tidak asing lagi di telinga kita semua, yaitu aplikasi ojek online, Gojek. Namun siapa sangka, kesuksesannya dalam mengembangkan aplikasi Gojek, ternyata membuat Nadiem dilirik dan dipercaya oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, nih KawanKAWN!

Tidak hanya itu, masih banyak lagi kisah perjalanan hidup dari sosok Nadiem Makarim yang bisa dijadikan inspirasi dan motivasi khususnya dalam membangun dan menjalankan sebuah bisnis. Simak ulasan dari biografi singkat Nadiem Makarim berikut ini, ya!

Baca juga: 11 Pengusaha Muda Sukses Indonesia, Sempat Masuk Forbes 30 Under 30 Asia

Mengintip Masa Kecil Nadiem Makarim

source: canva.com

Tahukah kamu, bahwa Nadiem Makarim bukanlah nama lengkapnya? Diketahui bahwa nama lengkap beliau adalah Nadiem Anwar Makarim. Ia lahir pada tanggal 4 Juli 1984 di Singapura. Pada masa pendidikannya, Nadiem mulai bersekolah SD di Jakarta, lalu lulus SMA di Singapura, dan kemudian melanjutkan pendidikannya ke Brown University di Amerika Serikat dengan jurusan International Relations.

Selama kurang lebih satu tahun Nadiem Makarim mengikuti program foreign exchange di London School of Economics, ia kemudian melanjutkan studinya di Harvard Business School, Harvard University. Berkat kerja keras dan kesungguhannya dalam menempuh pendidikan tinggi, membuat Nadiem Makarim berakhir lulus dengan menyandang gelar MBA (Master Business of Administration).

Baca juga: Peran Website Terhadap Perkembangan Sebuah Bisnis

Nadiem Makarim dan Kisah Mendirikan Gojek

source: voffice.co.id

Berawal dari keresahan Nadiem terhadap kemacetan Jakarta yang cukup parah dan berpikir bahwa transportasi ojek merupakan salah satu transportasi utama yang bisa mengurangi kemacetan, selain itu juga dapat memudahkan pengguna ojek untuk berpergian ke suatu tempat. Kemudian, pada suatu hari Nadiem berbincang-bincang dengan tukang ojek yang sedang ia tumpangi. Tukang ojek itu mengeluh bahwa akhir-akhir ini sulit sekali untuk mendapatkan penumpang. Berangkat dengan keresahan inilah, Nadiem Makarim terpikir untuk membuat aplikasi ojek online yang kita kenal dengan nama Gojek.

Tidak disangka-sangka, perkembangan aplikasi ojek online, Gojek di Indonesia memiliki pertumbuhan serta perkembangan yang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya investor yang ingin melakukan investasi terhadap Gojek. Dari perusahaan-perusahaan yang berinvestasi tersebut, akhirnya Gojek mendapatkan suntikan dana sekitar 7,2 triliun rupiah. Wow!

Diketahui hingga saat ini, Gojek masuk sebagai salah satu dari 19 decacorn di dunia. Berkat kesuksesannya dalam mengembangkan Gojek, kini Nadiem Makarim masuk ke dalam daftar jajaran orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia, lho! Nilai kekayaannya pun diperkirakan mencapai hingga US$ 100juta.

Kemudian pada tanggal 23 Oktober 2019, Nadiem Makarim dipercayai dan dilantik oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ketika menjadi Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim membuat beberapa kebijakan yang berbeda, diantaranya, kebijakan yang dikhususkan untuk pendidikan dasar hingga atas dan kebijakan yang dikhususkan untuk perguruan tinggi. Wah, keren sekali, ya, KawanKAWN?

Baca juga: Mendadak Jadi Pengusaha? Ikuti Langkah Transisi Berikut Ini

Jadi itulah sekilas mengenai sosok inspiratif kali ini. Semoga dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun ini, Nadiem Makarim dapat membuat perubahan serta kebijakan yang merata terhadap pendidikan di Indonesia, ya!

Nah, bagi KawanKAWN yang tengah merintis usaha, teruslah berjuang. Semoga tulisan ini mampu memberikan kekuatan dan semangat untuk para perintis di luar sana.

Tulisan tentang Hari Pendidikan kali ini ditutup dengan kutipan dari Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, "Pengaruh pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedang merdekanya hidup batin terdapat dari pendidikan"

Selamat Memperingati Hari Pendidikan, KawanKAWN! Sampai jumpa pada artikel berikutnya!