Bisnis Penjualan Produk dengan Sistem Konsinyasi, Yuk Kita Ulas!

-

Bisnis menjadi cara seseorang untuk mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Bisnis memiliki skala yang luas, mulai dari menawarkan jasa, menjual barang atau mungkin kombinasi dari keduanya.

Baca juga: 3 Tips Memulai Usaha F&B dengan Modal Kecil

Lantas, jika Anda seorang pebisnis, bagaimana cara Anda menjalankan bisnis penjualan produk tersebut? Dikutip kompas.com, setidaknya ada 6 bentuk penjualan yang bisa diterapkan oleh para pebisnis, mulai dari penjualan tunai, penjualan kredit, penjualan tender, penjualan ekspor, penjualan grosir hingga penjualan konsinyasi.

Baca juga: Pengertian Penjualan – Jenis, Tujuan, Faktor, Pasar, Para Ahli

Dari keenam yang sudah disebutkan diatas, sepertinya ada satu bentuk penjualan yang menarik untuk kita bahas, yakni penjualan konsinyasi. Lantas, apa yang dimaksud penjualan produk dengan sistem konsinyasi? Bagaimana implementasinya? Apa saja kekurangan dan kelebihannya? Dan adakah tips jitu yang bisa dilakukan terkait dengan bisnis tersebut?

Oleh karena itu, untuk lebih jelas kita bahas seluk-beluk bisnis konsinyasi. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ulasannya.

Konsinyasi, Apa itu?

source : planview 

Dikutip dari laman akseleran, konsinyasi merupakan bentuk kerja sama dalam bisnis penjualan barang yang melibatkan pemilik barang dengan penjual atau pemilik toko. Pemilik barang biasa disebut dengan istilah consignor sedangkan pihak yang menjual atau pemilik toko disebut consignee.

Cara kerjanya, consignor akan menyerahkan sejumlah barang yang nantinya akan dijual oleh consignee pada tokonya. Atau lebih sederhananya, konsinyasi biasa disebut juga dengan istilah “titip jual”.

Selanjutnya, mengenai harga, jumlah barang, komisi penjual serta jangka waktunya sudah tertuang dalam sebuah kontrak perjanjian yang disepakati bersama. Kontrak perjanjian juga berguna untuk mengikat kedua belah pihak agar memenuhi kewajiban masing-masing sesuai kesepakatan. Intinya, dokumen “hitam di atas putih” memang selalu diperlukan untuk menghindari kerugian kedua belah pihak dalam bentuk apa pun.

Kelebihan Sistem Penjualan Konsinyasi

source : the balance

Setelah Anda tahu definisi dari sistem penjualan konsinyasi, ada baiknya juga jika Anda mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Sejatinya, tujuan diterapkannya sistem konsinyasi berguna untuk mengoptimalkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Untuk itu, berikut kelebihan sistem konsinyasi bagi consignor dan consignee yang perlu Anda ketahui.

Kelebihan Konsinyasi Bagi Consignor:

1. Dengan Konsinyasi, Consignor Bisa Fokus pada Penyediaan dan Kualitas Produk

Penjualan produk pada sistem konsinyasi sepenuhnya dilakukan oleh consignee sebagai pemilik toko. Karena itulah, consignor bisa fokus terhadap produk yang mereka sediakan. Baik dalam hal kualitas, pengembangan produk serta ketersediaan produk yang akan dijual.

2. Hemat Biaya Penjualan

Kelebihan lainnya yang bisa dirasakan oleh consignor adalah bisa menghemat biaya-biaya. Sedikitnya, ada 2 lini biaya yang tidak perlu dikeluarkan oleh pihak consignor saat menjalani sistem konsinyasi, yakni biaya sumber daya manusia (gaji karyawan) serta biaya sewa toko.  

3. Mampu Menjangkau Market yang Lebih Luas

Karena seorang consignor bisa melakukan kerjasama dengan banyak consignee. Tentunya membuat consignor bisa menggapai market yang lebih luas. Sebagai contoh, jika Anda menjual produk kuliner kerupuk kemasan, Anda bisa titipkan produk Anda pada banyak jenis consignee, seperti rumah makan, penjual sayuran serta  warung kelontong. Selain itu, Anda juga bisa sasar pada toko yang jauh dari lokasi Anda.

Tentunya, semakin banyak Anda menjalin kerjasama konsinyasi, semakin banyak pula potensi keuntungan yang didapat. Ditambah lagi, kondisi ini membuat consignor semakin diuntungkan dengan strategi promosi yang hemat biaya.

Kelebihan Konsinyasi Bagi Consignee:

1. Mendapatkan Keuntungan Tanpa Modal

Hal ini menjadi kelebihan yang mendasar bagi consignee atau toko yang melakukan kerjasama konsinyasi, yakni berpotensi mendapatkan keuntungan tanpa modal sedikitpun. Pasalnya, barang yang dijual merupakan hasil titipan dari sang consignor. Sebagai consignee, Anda hanya perlu menyediakan tempat untuk menjual produk-produk tersebut.

2. Potensi Kerugian Relatif Kecil

Pada sistem konsinyasi, consignee atau pemilik toko memiliki risiko bisnis yang lebih rendah dibanding sang pemilik produk. Bahkan, consignee tak akan mengalami kerugian apa pun jika produk yang dijual tidak laku atau bahkan rusak sekalipun. Akan tetapi, kemungkinan terburuknya, consignee tidak akan mendapatkan komisi saja.  

3. Produk yang Dijual Semakin Beragam

Meski tanpa mengeluarkan modal atau memproduksi sendiri produk yang akan dijual, consignee bisa memajang banyak produk dengan berbagai jenis. Tentu saja, ini menjadi keuntungan tersendiri bagi consignor dan consignee. Semakin banyak produk, semakin besar juga potensi keuntungan yang didapat!

Kekurangan Sistem Penjualan Konsinyasi

source : canadian underwriter

Sama dengan sistem penjualan lainnya, sistem konsinyasi juga memiliki beberapa kekurangan lho! Namun, kekurangan tersebut lebih condong kepada consignor sebagai pihak yang memproduksi produk konsinyasi. Berikut ulasannya!

1. Rentan Menderita Kerugian

Kekurangan sistem konsinyasi adalah resiko kerugiannya yang ditanggung consignor cukup besar. Jika pihak consignee tidak melakukan strategi penjualan yang tepat, atau memang produk yang dipasarkan tidak menarik minat konsumen, tentu saja membuat produk tidak laku dipasaran.

Saat produk tidak kunjung terjual, bukan tidak mungkin akan membuat produk tersebut kedaluwarsa. Dan tentu saja, kerugian atas kerusakan produk tersebut akan ditanggung sendiri oleh consignor.

Baca juga: Expired Date dan Best Before pada Produk F&B, Yuk Kenali Perbedaannya!

2. Uang Hasil Penjualan Tidak Diterima Secara Langsung

Berbeda dengan penjualan yang dilakukan sendiri, dimana saat terjadinya transaksi jual beli, uang hasil penjualan akan diterima langsung oleh sang pemilik barang. Namun tidak demikian dengan sistem konsinyasi, dimana uang hasil penjualan akan tertahan dulu oleh pemilik toko.

Uang dari hasil penjualan produk akan dibayarkan oleh pemilik toko kepada consignor pada periode tertentu yang sudah disepakati bersama. Biasanya, hal ini sudah tertuang pada perjanjian kerjasama yang sudah dibuat sebelumnya.

Tips Menjalankan Penjualan Sistem Konsinyasi

source : elsevier

Meski bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, namun dalam menjalani bisnis ini harus dengan berbagai pertimbangan. Untuk itu, berikut beberapa tips yang bisa consignor lakukan saat memutuskan untuk berkonsinyasi.

1. Pilih Toko yang Lokasinya Strategis.

Tidak bisa dipungkiri lagi, kalau lokasi yang strategis merupakan kunci keberhasilan dari banyak bisnis. Sebagai contoh, jika bisnis Anda menjual produk alat tulis atau jasa fotocopy, maka lokasi yang cocok dengan bisnis Anda adalah di sekitar sekolah atau kampus.

Hal ini juga berlaku pada bisnis dengan sistem konsinyasi, dimana toko yang Anda ajak kerjasama haruslah berada dipinggir jalan yang ramai dan sesuai dengan target market produk Anda. Tentunya, ini dilakukan agar produk Anda dapat dijangkau dengan mudah dan dikenal oleh banyak calon konsumen.

2. Jalin Hubungan Baik antara Consignor dengan Consignee.

Selain lokasi toko yang strategis, tips lainnya yang bisa diterapkan adalah dengan menjalin hubungan baik kepada pemilik toko atau consignee. Salah satu yang bisa diterapkan adalah dengan memberikan reward kepada pemilik toko jika mampu menjual dalam jumlah yang sudah ditentukan.

Dengan cara ini, diharapkan sang pemilik toko semakin bersemangat menjual produk consignor lebih banyak lagi. Tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak, baik consignor maupun consignee.

3. Lakukan Pengecekan Produk Secara Berkala.

Terakhir, tips yang wajib dilakukan saat Anda menjual produk dengan sistem konsinyasi adalah dengan mengecek produk secara berkala. Setidaknya, terdapat 2 manfaat yang didapat dari kegiatan ini.

Pertama, guna mengecek stok atau sisa produk yang tersedia. Kedua dan tidak kalah pentingnya, untuk memonitor produk-produk yang mendekati masa kedaluwarsa. Tentunya, ini menjadi sangat penting jika yang Anda jual merupakan produk makanan atau minuman.

Baca juga: 3 Tips Memulai Usaha F&B dengan Modal Kecil

KawanKAWN, baru saja kita bahas mengenai penjualan produk dengan sistem konsinyasi. Namun, jika Anda memiliki pertanyaan atau opini lainnya seputar konsinyasi, silahkan tulis di kolom komentar ya! Terima kasih!