Panduan Pengguna Inventori Bab 7 Cara Membuat Purchase Order Dalam bisnis kuliner, pengadaan bahan baku adalah detak jantung yang menjaga dapur tetap hidup. Tanpa sistem pembelian yang rapi dan terkontrol, kegiatan operasional bisa kacau, stok bisa menipis, dan pelayanan pelanggan menjadi terganggu. Untuk itulah sistem purchase order atau pesanan pembelian menjadi elemen penting dalam pengelolaan inventori modern.
Melalui Bab 7 Panduan Pengguna Inventori Kawn, pengguna diajak memahami secara menyeluruh cara membuat purchase order agar proses pembelian bahan baku berlangsung efektif, transparan, dan bisa dilacak dengan mudah.
“Bisnis F&B yang sukses bukan hanya karena rasa makanan yang lezat, tapi juga karena sistem pembelian yang terencana dengan baik.”
Mengenal Fungsi Purchase Order dalam Operasional F&B

Sebelum membahas cara membuat purchase order, penting untuk memahami apa itu purchase order atau sering disebut PO. Purchase order adalah dokumen resmi yang dibuat oleh pembeli (dalam hal ini outlet atau restoran) untuk meminta barang dari supplier dengan jumlah, harga, dan jadwal pengiriman tertentu.
Purchase order berfungsi sebagai dasar komunikasi dan bukti transaksi antara pihak pembeli dan pemasok. Dalam konteks sistem Kawn, fitur PO membantu pengguna mencatat pesanan secara digital agar setiap transaksi memiliki data yang lengkap dan bisa ditelusuri.
Manfaat penggunaan purchase order di bisnis F&B antara lain:
- Mencegah kesalahan pesanan karena semua rincian tercatat secara jelas.
- Mengontrol pengeluaran dengan menyesuaikan anggaran pembelian.
- Menjaga transparansi antara tim dapur, gudang, dan keuangan.
- Memudahkan audit karena setiap pembelian tercatat dengan rapi di sistem.
“Setiap purchase order yang dibuat dengan teliti adalah langkah kecil menuju bisnis yang lebih efisien.”
Mengapa Purchase Order Harus Dikelola Digital

Banyak bisnis kecil masih menggunakan kertas atau pesan singkat untuk memesan bahan. Padahal, risiko human error di sana sangat tinggi. Misalnya, salah jumlah, harga tidak sesuai, atau stok ganda karena komunikasi yang tidak terdokumentasi.
Kawn membantu mengatasi hal ini melalui sistem digital yang terintegrasi antara inventori dan supplier. Dengan begitu, setiap purchase order bisa dilacak, disetujui, dan dievaluasi dalam satu platform.
Selain itu, sistem digital memastikan semua data tersimpan otomatis dan bisa diakses kapan saja. Tidak ada lagi catatan manual yang tercecer atau invoice yang hilang di tengah jalan.
“Mengelola pembelian tanpa sistem digital ibarat menakar bahan tanpa timbangan, hasilnya sering tidak sesuai harapan.”
Cara Membuat Purchase Order di Sistem Kawn
Bab 7 dalam panduan inventori Kawn menjelaskan langkah-langkah detail mengenai cara membuat purchase order. Proses ini dirancang sederhana agar pengguna dari berbagai level bisa melakukannya tanpa kesulitan.
Langkah 1 Masuk ke Menu Inventori
Pertama, buka dashboard utama Kawn POS. Di sisi kiri layar, pilih menu Inventori. Menu ini berisi seluruh aktivitas stok mulai dari penerimaan barang, pengeluaran, hingga pembelian.
Pastikan Anda sudah memiliki daftar bahan dan supplier yang terdaftar di sistem, karena purchase order tidak bisa dibuat tanpa data tersebut. Jika belum, tambahkan supplier terlebih dahulu melalui menu Master Data Supplier.
Langkah 2 Pilih Menu Purchase Order
Setelah masuk ke halaman inventori, pilih submenu Purchase Order. Di sini Anda akan melihat daftar semua pesanan pembelian yang pernah dibuat, lengkap dengan statusnya seperti Draft, Approved, Received, atau Completed.
Untuk membuat pesanan baru, klik tombol Tambah Purchase Order di bagian kanan atas.
Langkah 3 Isi Detail Purchase Order
Formulir pembuatan PO akan muncul dengan beberapa kolom yang perlu diisi. Pastikan data dimasukkan dengan benar agar supplier bisa memproses pesanan sesuai kebutuhan Anda.
Beberapa kolom penting yang wajib diisi:
- Nomor PO: Sistem biasanya akan membuat nomor otomatis, tetapi pengguna bisa menyesuaikan format sesuai kebijakan outlet.
- Tanggal Pembuatan: Tanggal dibuatnya purchase order.
- Supplier: Pilih vendor dari daftar yang sudah ada.
- Tanggal Dikirim: Tanggal yang diharapkan barang dikirim ke outlet.
- Catatan Tambahan: Jika ada instruksi khusus seperti cara pengemasan atau waktu pengiriman.
Kemudian tambahkan item bahan baku yang ingin dipesan dengan mengklik tombol Tambah Produk. Setiap bahan harus mencantumkan kuantitas, satuan, dan harga perkiraan.
“Satu angka yang salah dalam PO bisa mengubah seluruh perencanaan produksi. Maka dari itu, teliti adalah kunci.”
Langkah 4 Simpan dan Ajukan Persetujuan
Setelah semua detail lengkap, klik Simpan. Purchase order akan masuk ke status Draft. Pada tahap ini, Anda masih bisa melakukan perubahan jika ada data yang perlu diperbaiki.
Jika semua sudah sesuai, klik Ajukan untuk Disetujui. Sistem akan mengirimkan notifikasi kepada manajer atau pihak yang berwenang untuk memverifikasi PO tersebut. Setelah disetujui, status akan berubah menjadi Approved dan supplier bisa segera menerima permintaan tersebut.
Langkah 5 Kirim Purchase Order ke Supplier
Kawn menyediakan fitur Kirim ke Supplier secara otomatis. PO yang sudah disetujui bisa dikirim langsung melalui email atau sistem yang terhubung. File dikirim dalam format PDF agar supplier dapat memeriksa detail pesanan.
Supplier kemudian akan memberikan konfirmasi penerimaan dan mengirim barang sesuai waktu yang disepakati. Setelah barang diterima, pengguna bisa melakukan konfirmasi penerimaan melalui menu Receiving di inventori.
“Kecepatan proses PO sering kali menentukan seberapa lancar dapur bisa beroperasi esok hari.”
Fitur Tambahan dalam Purchase Order
Salah satu keunggulan Kawn adalah fitur tambahan yang membuat proses PO menjadi lebih fleksibel dan akurat.
Integrasi Otomatis dengan Stok
Setiap kali purchase order dibuat, sistem akan langsung memperkirakan kebutuhan stok berdasarkan data penjualan sebelumnya. Jika bahan tertentu mendekati batas minimum, Kawn akan memberikan notifikasi agar tim bisa segera melakukan pemesanan.
Riwayat Purchase Order
Fitur ini menampilkan semua PO yang pernah dibuat, termasuk status dan tanggalnya. Manajemen dapat meninjau supplier mana yang paling sering digunakan, seberapa cepat mereka mengirim barang, dan apakah harga stabil atau berubah.
“Riwayat PO yang lengkap membuat bisnis tidak hanya reaktif tapi juga proaktif dalam mengambil keputusan pembelian.”
Duplikasi PO
Untuk restoran yang melakukan pemesanan rutin, Kawn menyediakan fitur Duplikasi PO. Pengguna tidak perlu mengisi ulang semua detail, cukup menyalin pesanan sebelumnya dan mengubah jumlah sesuai kebutuhan minggu berjalan.
Peringatan Harga
Jika harga barang yang dimasukkan berbeda jauh dari harga terakhir, sistem akan memberikan peringatan. Hal ini mencegah kesalahan input dan memastikan harga yang dimasukkan realistis.
Tips Membuat Purchase Order yang Efektif
Agar proses pembelian berjalan lancar dan efisien, berikut beberapa tips praktis yang dapat diterapkan oleh pengguna Kawn.
Gunakan Data Penjualan Sebagai Acuan
Jangan membuat PO berdasarkan perkiraan semata. Gunakan laporan penjualan mingguan atau bulanan untuk memprediksi kebutuhan bahan secara lebih akurat. Sistem Kawn sudah menyediakan data ini agar pengguna tidak perlu menghitung manual.
“PO yang baik bukan dibuat dari perasaan, tapi dari data yang berbicara.”
Tetapkan Jadwal Pembelian Rutin
Buat jadwal tetap seperti pembelian setiap Senin atau Kamis. Dengan begitu supplier juga bisa menyesuaikan jadwal pengiriman dan menghindari kekosongan stok mendadak.
Periksa Supplier Secara Berkala
Gunakan fitur laporan supplier untuk mengevaluasi kualitas layanan mereka. Jika ada vendor yang sering terlambat atau barangnya tidak sesuai, pertimbangkan untuk mengganti dengan supplier baru.
Pisahkan Purchase Order Berdasarkan Kategori
Pisahkan bahan basah seperti daging, sayur, dan ikan dari bahan kering seperti tepung dan bumbu. Selain memudahkan pengecekan, cara ini juga menjaga efisiensi pengiriman dan penyimpanan.
Gunakan Fitur Notifikasi
Kawn menyediakan notifikasi otomatis agar pengguna tahu ketika PO disetujui, dikirim, atau diterima. Aktifkan fitur ini agar tim tidak kehilangan momentum dalam proses pembelian.
Dampak Purchase Order terhadap Keuangan Bisnis
Purchase order juga berperan penting dalam pengendalian biaya. Setiap PO yang disetujui menjadi acuan bagi bagian keuangan untuk menyiapkan dana pembayaran. Ini membantu menghindari pengeluaran mendadak yang tidak sesuai anggaran.
Selain itu, laporan PO bisa digunakan untuk analisis bulanan. Misalnya, bahan apa yang paling banyak dibeli, supplier mana yang paling mahal, dan bagaimana tren harga berubah dari waktu ke waktu. Data ini menjadi dasar negosiasi harga dengan vendor agar biaya bahan tetap efisien.
“Laporan PO yang akurat bisa menjadi alat negosiasi paling kuat antara restoran dan supplier.”
Studi Kasus Penerapan Purchase Order di Restoran
Sebuah restoran kasual di Surabaya menggunakan sistem Kawn untuk mengelola pembeliannya. Sebelum menggunakan sistem digital, staf sering memesan bahan melalui chat pribadi dengan supplier. Akibatnya, stok sering salah kirim dan tidak tercatat.
Setelah menerapkan purchase order digital, semua pesanan tercatat rapi. Manajemen bisa melihat siapa yang memesan, kapan dibuat, dan berapa nilai totalnya. Supplier juga lebih cepat memproses pesanan karena PO dikirim secara otomatis.
Hasilnya, dalam dua bulan, restoran tersebut berhasil mengurangi kesalahan pembelian hingga 60 persen dan menghemat biaya bahan baku sebesar 15 persen.
“Sistem PO digital bukan sekadar efisiensi, tapi bentuk profesionalisme antara bisnis dan pemasoknya.”
Menyinkronkan Purchase Order dengan Laporan Inventori
Setiap purchase order yang selesai akan otomatis mempengaruhi stok di sistem inventori. Barang yang diterima dari supplier akan menambah jumlah stok secara real time tanpa perlu input manual.
Hal ini memastikan laporan inventori selalu akurat dan memudahkan tim manajemen untuk memantau sisa bahan di gudang. Jika ada selisih antara PO dan penerimaan, sistem akan menampilkan catatan agar tim bisa segera melakukan koreksi.
Selain itu, laporan PO juga bisa diekspor dalam format Excel atau PDF untuk kepentingan audit atau presentasi internal.
“Data inventori yang sinkron dengan PO membuat setiap butir garam di dapur bisa dipertanggungjawabkan.”






