Bab 9 - Cara Membuat Nomor Batch

-

Bab 9 - Cara Membuat Nomor Batch

Salah satu bagian yang tak boleh terlewatkan saat melakukan penginputan stok bahan baku adalah menentukan periode kadaluarsa. Terkadang Anda sering merasa kesulitan untuk melakukan pengecekan masa kadaluarsa stok bahan baku secara manual.

Tentu hal tersebut sungguh merepotkan dan menghabiskan waktu. Pasalnya Anda harus berkutat seharian di gudang untuk mengecek satu per satu tanggal kadaluarsa dari masing-masing barang.

Namun, kendala tersebut dapat teratasi ketika Anda menggunakan fitur “nomor batch” pada aplikasi kasir online KAWN. Anda dapat mencatat setiap masa berlaku produk sebelum masuk ke dalam gudang.

Jadi, ketika masa berlaku produk sudah mendekati masa kadaluarsa, Anda akan mendapatkan notifikasi peringatan mengenai perihal tersebut. Peringatan dini seputar stok yang akan kadaluarsa cukup membantu untuk menghindari kerugian akibat stok yang terbuang karena tidak terpakai.

Selain itu, dengan fitur ini Anda pun dapat mengalokasikan waktu untuk memikirkan strategi bisnis kedepan, daripada menghabiskan waktu untuk melakukan pengecekan berkala masa kadaluarsa di gudang. Simak langkah-langkah dibawah ini untuk menggunakan fitur “nomor batch” pada aplikasi kasir online KAWN.

Cara Membuat Nomor Batch

  1. Akses dasbor back office KAWN pada komputer tablet Anda.
  2. Setelah Anda masuk, akan terdapat beberapa pilihan fitur utama, Anda dapat pilih dan klik “produk” pada kasus ini.
  3. Setelah Anda pilih dan klik “produk” Anda akan dihadapkan pada beberapa pilihan fitur, seperti “daftar produk”, “varian”, “modifikasi produk”, “produk tambahan”, “kategori”, “menu paket” dan “paket dinamis”.
  4. Pilih dan klik “daftar produk”, kemudian setelah masuk ke dasbor filter utama, Anda pilih dan klik “tambah produk” dan “produk” pada bagian pojok kanan atas.
  5. Lakukan penginputan produk dengan mengisi beberapa data pada bagian “informasi produk”, “foto produk” dan “pengaturan produk”.
  6. Masukkan “nama” produk, misalnya: mie ayam ok.
  7. Masukkan kode unik “sku”.
  8. Masukkan harga jual pada kolom “price” dan biaya produksi pada kolom “cost”.
  9. Tambahkan “foto” jika ada *opsional.
  10. Pada bagian “pengaturan produk” centang pilihan “dapat dijual”, “inventori” dan “stok kadaluarsa”.
  11. Masukkan “peringatan stok” dan “satuan”.
  12. Setelah semua data terisi, klik “buat”.
  13. Kemudian langkah selanjutnya Anda masuk ke fitur “inventori” lalu pilih dan klik fitur “penyesuaian stok”.
  14. Setelah Anda masuk ke dasbor filter utama, Anda dapat pilih dan klik “buat penyesuaian stok” pada kasus ini.
  15. Pada bagian “status order” Anda pilih “stok masuk”.
  16. Tentukan “outlet” mana yang akan dituju dan diberi nomor batch.
  17. Masukan “catatan” jika ada *opsional.
  18. Cari dan tambahkan “produk” mana saja yang ingin Anda berikan nomor batch.
  19. Tentukan “jumlah” produk dan “satuan” ukuran.
  20. Setelah semua terisi, Anda dapat pilih dan klik “buat”.
  21. Akan muncul tampilan baru, dimana pada bagian “Batch ID” Anda dapat membuat nomor batch yang diinginkan, misalnya: 20122021 - artinya: tanggal 20, bulan 12, tahun 2021. Mengacu kepada tanggal kadaluarsa dari produk/stok bahan baku.
  22. Setelah nomor batch dibuat, langkah selanjutnya Anda pilih “simpan”.
  23. Secara otomatis nomor batch akan tampil pada dasbor filter fitur “nomor batch”.
  24. Selesai

Proses yang cukup detail akan membuat stok bahan baku Anda tercatat secara akurat. Sekian urutan langkah yang dilakukan untuk membuat nomor batch guna menentukan periode kadaluarsa dari suatu produk atau bahan baku. Apabila Anda masih menemukan kendala, jangan sungkan untuk menghubungi tim teknis kami.