Mengenal Teknologi Pasteurisasi pada Produk Susu

-

Siapa sih yang tidak suka dengan minuman yang satu ini, memiliki rasa yang manis, kental dan bergizi tinggi, tentunya membuat susu menjadi salah satu sumber gizi yang baik bagi tubuh manusia. Namun, apakah Anda tahu bahwa produk susu yang beredar di pasaran memiliki beragam teknologi pemrosesan yang berbeda-beda?

Baca juga : Mengenal Jenis Susu Berdasarkan Cara Pengolahannya

Salah satunya adalah teknologi pasteurisasi yang dipopulerkan pada tahun 1864 oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Prancis bernama Louis Pasteur. Teknologi pasteurisasi merupakan teknologi pangan pertama yang digunakan untuk mensterilisasi dan mengawetkan susu agar lebih aman untuk dikonsumsi oleh manusia.

Baca juga : Benarkah Susu Pasteurisasi Paling Baik?

Kalau Anda pernah main ke Kota Bandung dan mengunjungi daerah Pangalengan, pasti Anda pernah mencicipi salah satu produk susu pasteurisasi bernama susu murni nasional.  Susu murni nasional merupakan salah produk susu yang menggunakan teknologi pasteurisasi untuk pengolahannya. Rasa dan aroma susu pasteurisasi akan terasa berbeda dengan rasa susu UHT yang sering Anda temui di swalayan.

Baca juga : Kenali 5 Perbedaan Susu UHT dan Pasteurisasi

Mengacu dari wikipedia.com teknologi pasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan makanan atau minuman dengan tujuan untuk membunuh organisme merugikan, seperti bakteri jahat, protozoa, kapang dan khamir. Menurut wikipedia.com teknologi pasteurisasi  pun juga berguna untuk memperlambat pertumbuhan kembali mikroba tersebut pada makanan atau minuman.

Terdapat beberapa fakta menarik seputar teknologi pasteurisasi yang selayaknya Anda harus tahu. Terutama bagi Anda yang memiliki bisnis F&B yang bergerak di produk olahan susu atau membutuhkan susu sebagai salah satu komponen bahan baku produk Anda. Melansir dari haibunda.com berikut adalah pemaparannya.


Dipanaskan dengan Suhu Dibawah 100 Derajat Celcius

Teknologi pasteurisasi merupakan proses pemanasan dengan menggunakan suhu sebesar 72 derajat celcius dengan minimal waktu 15 menit atau 62 derajat celcius selama 30 menit. Dengan melakukan teknik pemanasan tersebut mikroorganisme jahat akan terbunuh, namun mikroorganisme baik akan tetap hidup, karena pemanasan tidak melebihi titik didih sebesar 100 derajat celcius.

Namun, susu yang telah diproses secara pasteurisasi tidak menutup kemungkinan, mikroorganisme jahat akan tumbuh kembali dalam kurun waktu 1-2 minggu. Jadi, produk susu pasteurisasi yang sudah diolah jangan terlalu lama dibiarkan dan harus segera dikonsumsi  agar tidak basi atau rusak.

Tingkat Nutrisi Lebih Rendah dari Susu Mentah

Susu merupakan produk hidup yang dihasilkan dari mamalia hidup, seperti sapi atau kambing. Susu sangat baik apabila dikonsumsi langsung dari sumbernya, karena nutrisi yang terkandung di dalamnya masih murni dan terjaga, sehingga dampak terhadap tubuh pun akan jauh lebih maksimal.

Baca juga : Mengapa Minum Susu Murni Lebih Baik Ketimbang Susu Skim?

Namun, tidak semua orang toleran terhadap susu murni, di beberapa kasus ada orang yang intoleran terhadap susu murni yang tidak melalui proses sterilisasi. Orang yang intoleran tersebut akan mengalami muntah, alergi kulit atau mungkin kelainan pernapasan karena terdapat beberapa mikroorganisme di dalam susu murni yang tidak cocok dengan sistem pencernaan mereka.  

Baca juga : Inilah Efek Susu Murni Terhadap Tubuh Anda

Menyambung kebutuhan tersebut, maka munculah teknologi pasteurisasi dan UHT untuk mensterilisasi susu dari bakteri dan mikroba jahat. Namun, dikarenakan proses pasteurisasi juga membunuh mikroorganisme baik yang tidak tahan panas, seperti basil asam laktat, sehingga menyebabkan nilai gizi pada susu pasteurisasi pun jauh lebih rendah daripada susu murni.

Basil asam laktat sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, untuk meningkat sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Mikroba jenis ini akan mati apabila terpapar suhu panas terlalu lama. Beberapa enzim dan nutrisi lainnya, seperti vitamin A, D, C dan B12, kemudian mineral kalsium, klorida, magnesium, fosfor dan belerang pun akan rusak dan kadarnya menurun karena proses pasteurisasi.

Lebih Lama Disimpan daripada Susu Mentah

Produk susu hasil proses pasteurisasi akan memiliki masa pakai yang jauh lebih lama dibandingkan dengan susu murni. Susu murni yang baru saja diperah dan terpapar oleh udara bebas harus segera dikonsumsi karena paparan bakteri dan mikroba dari udara tersebut akan segera membuat susu menjadi terkontaminasi dan basi.

Baca juga : Susu Pasteurisasi vs Susu Segar, Ini Faktanya!

Teknologi pasteurisasi membuat susu dapat disimpan dengan rentang waktu 12-21 hari apabila susu yang sudah diproses disimpan di lemari pendingin dengan baik. Susu merupakan produk yang cepat rusak, sehingga dengan menyimpan di lemari pendingin akan membuat susu lebih stabil dan memiliki masa simpan yang lebih lama. Semakin dingin suhu maka akan semakin baik untuk susu pasteurisasi.

Nah, berikut adalah sedikit informasi tentang teknologi pasteurisasi pada produk susu. Semoga dengan artikel ini dapat menjadi bekal yang berguna bagi Anda untuk menentukan jenis susu apa yang baik digunakan sebagai bahan baku bisnis Anda. Apabila Anda memiliki pertanyaan dan masukan, silahkan komentar di kolom komentar ya! Sampai bertemu lagi di artikel KAWN selanjutnya dan see you!