Kakao Bahan Baku Utama Produk Cokelat Favorit Anda

-

Kakao atau buah penghasil cokelat adalah salah satu komoditas unggulan yang dipunyai oleh Indonesia. Kakao berbentuk buah lonjong yang didalamnya terdapat biji-biji yang merupakan cikal bakal produk cokelat.

Baca juga: Home Skola 10 Komoditas Unggulan Indonesia

Kakao dapat diolah menjadi beberapa jenis produk, seperti bubuk cokelat, cokelat batangan, pasta cokelat atau minuman cokelat favorit Anda. Sebagai pecinta produk olahan kakao, rasanya Anda juga perlu mengetahui beberapa fakta menarik seputar kakao, baik dari segi khasiat sampai dengan proses pembuatan produk.

Mengonsumsi kakao secara wajar dan rutin ternyata banyak memberikan manfaat kesehatan, lho. Melansir dari alodokter.com mengonsumsi kakao sesuai takaran bisa memperbaiki mood, menurunkan berat badan, mengontrol kadar gula darah, menurunkan kolesterol, hingga bisa mencegah kanker.

Baca juga: 7 Manfaat Cokelat dan Tips Aman Mengonsumsinya

Sebelum melalui proses pembuatan lebih lanjut, ternyata kakao mempunyai rasa yang pahit. Penambahan gula atau susu skim biasanya akan mengurangi rasa pahit pada kakao. Namun, Anda sebagai pecinta produk olahan kakao sebaiknya harus tahu proses pembuatan kakao dari hulu hingga hilir.

Pada artikel kali ini, KAWN akan memberikan info singkat mengenai serba-serbi pengolahan biji kakao dari proses pemanenan hingga pengolahan. Semoga informasi bisa memperkaya khasanah pengetahuan Kawan KAWN.

Baca juga: Mengenal Proses Pembuatan Coklat

Kakao Dipanen

Source: Canva

Kakao yang sudah masak dengan sempurna kemudian dipanen untuk diambil bijinya. Seperti yang kita bahas sebelumnya bahwa asal muasal cokelat berasal dari biji kakao yang sudah masak dan siap untuk diolah lebih lanjut.

Biji kakao yang sudah dipanen kemudian dibersihkan menggunakan mesin, kemudian biji yang sudah bersih siap untuk dilakukan fermentasi. Fermentasi memakan waktu selama 2-8 hari. Selama proses fermentasi biji kakao diaduk secara periodik agar proses fermentasi berlangsung dengan sempurna.

Baca juga: Kreasi Pastry, Croffle, yang Wajib Anda Icip Di Jakarta!

Pemanggangan dan Penggilingan

Source: Canva

Proses selanjutnya adalah pemanggangan dan penggilingan biji yang sudah melalui proses fermentasi. Proses pemanggangan dilakukan dengan durasi waktu selama 30 menit sampai 2 jam dengan suhu tinggi, proses ini bertujuan agar aroma khas dari kakao keluar dengan sempurna.

Biji kakao yang sudah berwarna cokelat homogen tandanya sudah selesai dipanggang dengan sempurna. Pada saat proses pemanggangan dilakukan kulit biji akan terlepas dan siap untuk dibersihkan dan dilakukan proses penggilingan dengan mesin untuk mendapatkan masa kakao.

Baca juga: Kolesterol Naik Pasca Lebaran, Atasi dengan Konsumsi Hidangan Berikut!

Ekstraksi Kakao

Source: Canva

Tahap selanjutnya adalah dengan melakukan pemerasan atau ekstraksi kakao menjadi cairan cokelat pahit. Ekstraksi perlu dilakukan untuk memisahkan antara lemak dan padatan kakao. Lemak biasanya digunakan untuk bahan baku kosmetik, obat dan beberapa jenis cokelat, sedangkan bagian lainnya dihaluskan untuk menjadi kakao bubuk.

Baca juga: Buah Lokal Khas Indonesia Menjadi Komoditi Ekspor. Anda Sudah Tahu?

Percampuran dan Conching

Source: Canva

Tahap keempat ini adalah proses, dimana kakao sudah bisa dicicipi, namun dengan rasa dan tekstur yang masih berupa pasta. Pada tahap pencampuran, kakao akan ditambahkan beberapa komponen lain, seperti susu skim, vanila dan gula kemudian dicampur menjadi pasta.

Namun, untuk membuat pasta cokelat menjadi lebih lembut dibutuhkan proses tambahan. Proses tersebut adalah pengadukan pasta cokelat secara intens atau yang disebut dengan istilah conching. Mesin conching akan melakukan pengadukan pasta secara periodik dan membuat adonan cokelat jauh lebih lembut dari segi rasa maupun tekstur.  

Baca juga: Olahan Coklat yang Bisa Dijadikan Ladang Bisnis

Pencetakan dan Pendinginan

Source: Canva

Tahap terakhir dari proses pembuatan kakao menjadi produk cokelat yang lezat adalah proses pencetakan dan pendinginan. Adonan cokelat yang sudah siap kemudian dicetak sesuai dengan selera atau sesuai dengan kebutuhan produk.

Produk yang dicetak kemudian melalui proses pendinginan selama kurang lebih 20 menit. Voila! Coklat yang sudah solid dan padat bisa Anda nikmati.  

Nah, Kawan KAWN baru saja kita membahas mengenai proses pembuatan produk cokelat yang ternyata membutuhkan proses yang panjang ya! Semoga artikel ini bisa memberikan wawasan baru bagi Anda dan apabila Anda mempunyai pertanyaan atau masukan, jangan sungkan untuk komentar dibawah ya!

Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya! Salam!