Ayam Bakar Mas Mono: Ada Cerita Menarik Dibalik Suksesnya Bisnis Kuliner yang Satu Ini!

-

Ayam Bakar Mas Mono menjadi salah satu brand kuliner besar yang ada di Indonesia saat ini. Mengandalkan ayam bakar sebagai menu utamanya, Ayam Bakar Mas Mono sudah memanjakan lidah para pelanggannya sejak tahun 2000.

Dialah Agus Pramono, sosok inspiratif di balik suksesnya Ayam Bakar Mas Mono. Pria yang akrab dipanggil Mas Mono ini memang sengaja memakai ayam sebagai bahan baku utama usaha kulinernya.

Tentunya hal ini bukan tanpa alasan, seperti yang kita ketahui mayoritas masyarakat Indonesia sangat gemar mengonsumsi daging ayam. Diolah atau dimasak dengan cara apapun, makanan berbahan dasar ayam akan menghasilkan hidangan yang lezat. Tak terhitung berapa banyak kuliner nuansa ayam hasil tangan-tangan kreatif masyarakat Indonesia.

Tangan kreatif Mas Mono dalam mengolah masakan juga patut diacungi jempol. Selama lebih dari 20 tahun menjalankan usahanya, Mas Mono mampu berinovasi dengan menghasilkan menu ayam bakar lainnya, mulai dari ayam bakar geprek, ayam bakar kremes, ayam sambal rica hingga ceker ayam extra pedas.

Baca juga: 5 Olahan Ayam dari Berbagai Daerah Di Indonesia, Buat Nafsu Makan Anda Memuncak!

Ayam Bakar Mas Mono memang tidak boleh diragukan lagi kelezatannya. Lantas, apakah perjuangan Mas Mono dalam mendirikan usahanya semulus atau seenak kelezatan ayam bakarnya? Tentu saja tidak!

Pastinya banyak perjuangan, cerita kelam dan juga inspiratif yang menarik untuk kita ulas. Mau tau apa saja? Dari pada penasaran, yuk simak baik-baik cerita berikut!

Ayam Bakar Mas Mono dan Awal Cerita Berdirinya

source : canva

Seperti disinggung sebelumnya, Ayam Bakar Mas Mono memang berdiri pada tahun 2000. Akan tetapi, cerita perjuangan Mas Mono dimulai pada pertengahan tahun 1994. Dimana, saat itu Mas Mono hanya bermodalkan ijazah SMA memulai perantauannya untuk mencari pekerjaan di ibukota Jakarta. Dan tentunya, tidak ada sama sekali tercetus pemikiran untuk menjalankan sebuah usaha saat itu.

Pada tahun tersebut, Mas Mono melakoni profesi sebagai juru masak di sebuah restoran cepat saji di ibukota. Hingga pada tahun 1997, merasa tidak betah menjalani hidupnya sebagai karyawan, Mas Mono memutuskan untuk berhenti bekerja.

Dengan pemikiran matang dan keberaniannya, dia mulai menjalankan usahanya sendiri dengan menjalankan sebuah bisnis katering. Sempat merasakan kesuksesan, namun sayangnya tidak bertahan lama dan harus menutup usahanya karena dihantam krisis ekonomi pada tahun 1998.

Berbagai macam cara dilakukan Mas Mono untuk bertahan hidup di ibukota. Setelah diterima di salah satu perusahaan swasta sebagai office boy, Mas Mono coba mencari penghasilan tambahan dengan membuka jasa pengetikan skripsi dan juga menjual pisang coklat. Kemudian, semua itu dia tinggalkan demi mencoba lagi peruntungannya untuk membuka usaha kuliner tepat pada tahun 2000.

Adalah Ayam Bakar Mas Mono, merupakan bisnis kuliner yang dia rintis bersama istrinya di kawasan Tebet, tepatnya di sebuah lahan kosong dekat Universitas Sahid. Hari pertama berjualan, Ayam Bakar Mas Mono bisa laku 12 potong dari total 20 potong yang dia sediakan. Pencapain ini pun membuat Mas Mono dan istri sangat senang dan bersemangat.

Sejak saat itulah, Ayam Bakar Mas Mono mulai memanjakan lidah para penggemarnya hingga saat ini. Ayam bakar yang begitu lezat menjadi favoritnya banyak orang, apakah KawanKAWN pernah coba juga?

Baca juga: Kuliner "Waroeng Spesial Sambal" yang Benar-Benar Spesial, Berikut Kisah Suksesnya!

Biografi Singkat Mas Mono

source : liputan6

Kurang afdol rasanya jika kita tidak kenalan dengan sang pemilik Ayam Bakar Mas Mono. Dikutip wikipedia, Agus Pramono lahir di Madiun pada 28 Agustus 1974.

Mas Mono menghabiskan masa kecilnya di Madiun. Begitupun dengan pendidikannya, mulai dari jenjang sekolah dasar, SMP hingga SMA juga dia lalui di Madiun. Lahir dari keluarga yang bisa dikatakan biasa saja, membuat Mas Mono tidak melanjutkan pendidikannya sampai ke jenjang kuliah saat itu.

Baca juga: Madiun, Kota Kecil Di Jawa Timur yang Menyajikan Kuliner Menggoda! Yuk Coba!

Akan tetapi, saat dia sukses pun tetap menggali knowledge-nya di bidang bisnis. Salah satunya dengan cara bergabung pada Entrepreneur University. Disitu dia banyak belajar tentang bisnis franchise.

Baca juga: 5 Bisnis Waralaba Indonesia yang Sukses Mendunia

Ayam Bakar Mas Mono Kini

source : canva

Pencapaian Ayam Bakar Mas Mono hingga saat ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, selain bisnisnya yang semakin berkembang, Mas Mono juga dianugerahi oleh berbagai macam penghargaan.

Dikutip kumparan, pada tahun 2020 saja jumlah outlet Ayam Bakar Mas Mono mencapai 64 cabang yang tersebar di Indonesia,  Malaysia dan juga Singapura. Perlu Anda ketahui, Ayam Bakar Mas Mono saat ini telah memiliki lebih dari 1000 karyawan dan menghabiskan 1500-2000 ekor per cabang. Sungguh pencapaian yang luar biasa bukan?

Baca juga: Ingin Membuka Cabang Usaha Baru, Ikuti Tips Penting Berikut Ini!

Selain mampu merambah pasar internasional, Ayam Bakar Mas Mono juga punya beragam penghargaan yang menghiasi etalasenya. Salah satunya adalah penghargaan Asia Pacific Entrepreneur Award pada tahun 2010.

KawanKAWN, itulah sepenggal kisah inspiratif dari sosok Agus Pramono dengan bisnis kulinernya yang berlabel Ayam Bakar Mas Mono. Bagaimana, tertarik mengikuti jejak Mas Mono? Yuk diskusikan di kolom komentar!