5 Jajanan Tradisional yang Beranjak Naik Kelas

-

Mungkin ‘naik kelas’ adalah istilah yang sering kita dengar di saat musim pergantian tahun ajaran untuk siswa SD, SMP bahkan SMA, biasanya naik kelas adalah kata yang paling diidam-idamkan seluruh siswa untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya. Namun, pernahkah Anda mendengar istilah jajanan tradisional yang beranjak naik kelas? Ya, naik kelas bukan hanya untuk siswa saja, tetapi jajanan tradisional pun juga ikutan naik kelas.

Baca juga : 5 Cemilan Khas Indonesia yang Mudah Dibuat di Rumah

Berbicara tentang jajanan tradisional Indonesia memang tidak pernah ada habisnya. Dari dulu hingga kini, masih saja dicari dan digemari banyak orang seolah tak lekang oleh waktu. Menariknya, saat ini banyak jajanan tradisional yang semakin hits dengan adanya sentuhan inovasi tangan-tangan kreatif.

Baca juga : 5 Jajanan Sekolah yang Anda Bisa Bikin Dirumah

Seiring mengikuti perkembangan zaman, jajanan tradisional yang cenderung monoton dengan rasa yang itu-itu saja, diubahnya menjadi jajanan kekinian yang kaya akan rasa. Namun, bukan hanya rasanya saja yang enak, tetapi tampilan dan bentuknya pun semakin cantik dan menggugah selera. Tak ayal, ungkapan ‘jajanan tradisional yang beranjak naik kelas’ pantas disematkan untuk beberapa jajanan tradisional tersebut. Nah, daripada penasaran, berikut jajanan tradisional beranjak naik kelas yang dapat KAWN lansir dari nibble.id.

Kue Cubit

Jajanan tradisional naik kelas yang pertama ada dalam daftar KAWN adalah kue cubit. Kue cubit merupakan jajanan khas Jakarta yang biasanya dapat ditemukan dengan mudah di pinggir-pinggir jalan atau di sekolah. Kue ini dibuat dengan bahan dasar tepung terigu yang teksturnya sangat lembut dan manis.

Baca juga : Jajanan Betawi Tempo Dulu yang Paling Bikin Rindu

Kue ini termasuk salah satu jajanan tradisional yang sudah berevolusi menjadi jajanan kekinian dan bisa dikatakan naik kelas. Jika dulu kue cubit hanya memiliki rasa coklat dan pandan saja, sekarang kue ini memiliki ragam rasa yang tentunya dengan topping yang beragam pula, seperti green tea, tiramisu, bahkan ada kue cubit dengan topping red velvet.

Baca juga : Sebenarnya Red Velvet itu jenis rasa apa sih? Ini penjelasannya

Kue Serabi

Siapa yang tidak kenal dengan kue serabi? Meskipun hingga saat ini masih menjadi perdebatan dari mana kue serabi ini berasal, tetapi tidak ada yang mampu menolak suguhan serabi hangat yang baru saja diangkat dari loyang yang terbuat dari tanah liat. Bisa dibilang, kue serabi ini adalah pancake khas Solo dan Bandung.

Baca juga : Sejarah Di Balik Kelezatan Serabi

Terdapat perbedaan antara serabi solo dan bandung, di mana adonan serabi solo terbuat dari tepung beras dan santan kelapa, serta pilihan rasanya hanya original dan coklat. Sedangkan serabi bandung memiliki topping dan cocolan lebih bervariasi.

Serabi merupakan makanan tradisional yang hingga kini masih memiliki banyak penggemar. Sehingga, tak mengherankan jika kedai penjual serabi makin menjamur, bahkan serabi bisa ditemukan di restoran ataupun di dalam mall, dengan tampilan yang lebih modern.

Martabak

Mulai dari martabak manis hingga martabak telur, dua-duanya kembali hits dengan inovasi rasa yang baru. Bagi Anda pecinta manis, bisa mencoba martabak manis dengan berbagai topping dan adonan martabak yang unik seperti red velvet, pandan, nutella, ovomaltine, skippy, stroberi, choco chip, keju, green tea, oreo, dan lain-lain.

Baca juga : Resep Membuat Martabak Manis Cokelat Keju Telfon Kekinian

Namun, kalau Anda lebih suka martabak yang asin atau dikenal sebagai martabak telur, ada satu menu andalan yang membuat martabak ini sangat terasa naik kelasnya, yaitu martabak telur dengan topping lelehan keju mozarella yang asin serta bertekstur lembut, martabak ini direkomendasikan dimakan saat masih panas agar keju tidak kembali memadat. Unik bukan? Dengan rasa yang baru dan inovasi tersebut, harganya pun menjadi sedikit lebih mahal dari martabak yang biasa Anda beli. Tetapi, tidak ada salahnya jika Anda mencobanya sendiri dirumah.

Baca juga : 7 Fakta Unik tentang Keju Mozzarella yang Jarang Kita Pahami

Cireng

Aci digoreng atau cireng, merupakan cemilan atau jajanan tradisional asal Bandung, Jawa Barat yang banyak ditemukan di tukang gorengan dengan harga yang murah. Jajanan ini dibuat dari tepung kanji yang dicampur dengan bumbu sederhana, kemudian digoreng hingga garing.

Baca juga : Ternyata Begini Lho Asal Usul Terciptanya Jajanan Cireng!

Kini status cireng sebagai jajanan tradisional sudah 'naik kelas', banyak tempat nongkrong, restoran, hingga kafe yang memasukan cireng ke dalam menu hidangan mereka. Tentunya dengan sentuhan modern, seperti cireng dengan isi suwiran ayam, keju, sosis atau cireng dengan topping lelehan keju mozarella, hingga cireng basah yang disajikan dengan kuah gurih seperti bakso.

Kue pancong

Belakangan popularitas kue tradisional dengan nama kue pancong ini semakin meningkat tajam. Makanan yang tadinya hanya dikenal sebagai jajanan anak-anak sekolah dasar ini mulai naik kelas, menjadi hidangan di kafe-kafe kekinian. Bahkan tidak sedikit usaha kuliner yang menunya dibuat khusus untuk menghidangkan kue pancong. Harganya juga semakin menanjak tajam seiring dengan pamornya, membuat jajanan sederhana ini jadi lumayan mahal.

Jika dulunya kue pancong hanya ada rasa coklat, keju, pandan dan kacang saja, namun sekarang kue pancong memiliki varian topping yang cukup banyak, seperti kue pancong dengan topping tiramisu, green tea, oreo bahkan kue pancong dengan topping durian.

Bagaimana, apakah Anda sudah terbayang tentang ‘naik kelas’ yang tadi kita bahas, ternyata naik kelas bukah hanya berlaku untuk siswa sekolah saja, tetapi jajanan pun juga bisa naik kelas loh! Jadi jika Anda punya niat untuk membuka bisnis jajanan naik kelas, tidak perlu bingung lagi untuk mengatur varian dan topping, karena saat ini KAWN ada fitur permintaan khusus  atau modifier yang bisa Anda coba gratis selama 30 hari dengan klik disini!

Nah, dari kelima jajanan di atas, kira-kira mana yang menjadi favorit Anda? Tulis di kolom komentar ya!