RFID, Teknologi yang Dipakai Pada E-KTP dan E-Money, Berikut Faktanya!

-

RFID atau Radio Frequency Identification merupakan teknologi yang saat ini cukup populer. Penggunaannya pun sangat beragam, mulai dari e-KTP, kartu keanggotaan hingga ID Card karyawan. Dengan adanya teknologi tersebut, memungkinkan data atau informasi yang bisa terekam hanya pada sebuah kartu.

Bahkan, dunia perbankan juga sangat terbantu dengan kehadiran RFID, dimana uang elektronik, seperti Brizzi, Flazz Card atau GazCard, sudah tertanam teknologi RFID di dalamnya. Sehingga, bukan hanya menyimpan data si pengguna saja, kartu tersebut juga bisa dijadikan alat bantu pembayaran yang cukup sederhana.  

Baca juga: Kenali 5 Manfaat Transaksi Non Tunai

RFID adalah teknologi yang digunakan untuk melakukan identifikasi data dengan bantuan gelombang radio. Dimana informasi tersebut terekam dalam sebuah chip kecil atau RFID tag, sehingga memungkinkan untuk disematkan pada berbagai macam media, seperti kartu, gelang, pakaian, manusia atau bahkan hewan. Sedangkan RFID tag sendiri mampu merekam data hingga 2.000 byte.

Baca juga: Perbedaan E-Money dan E-Wallet yang harus Anda tahu

Cara kerjanya pun cukup sederhana, dimana proses identifikasi RFID setidaknya membutuhkan dua perangkat, yakni RFID tag dan reader. Saat proses pemindaian data, reader-lah yang akan menangkap sinyal dari RFID tag.

Untuk lebih jelasnya, kali ini, kami coba mengulas beberapa fakta tentang RFID. Melansir noah-arkindo.com, berikut ulasannya.

RFID Lebih Unggul Dibanding dengan Barcode atau QR Code

source : google image

Pada cara kerjanya, RFID dinilai lebih unggul dibanding dengan barcode buat QR Code. Dimana barcode hanya bisa terbaca jika reader mampu menangkap tampilan barcode-nya tanpa tertutup apapun. Begitu sebaliknya, RFID tag mampu terbaca walau hanya dilewati saja atau tanpa di tempel pada reader-nya, bahkan tertutup benda sekalipun.

Baca juga: Apa itu QRIS dan Manfaatnya Bagi Pelanggan?

Hemat Waktu dan Lebih Tahan Lama

source : google image

RFID reader dapat membaca hingga ratusan id tag dalam satu waktu. Sangat berbeda dengan barcode, dimana barcode reader hanya mampu membaca 1 barcode dalam satu waktu.

Selain itu, karena dapat ditempel atau disematkan pada berbagai macam objek, RFID tag mampu tahan terhadap air dan gesekan. Hal ini membuat RFID lebih tahan lama dibanding barcode atau QR Code.

Baca juga: Perbedaan Barcode dengan QR Code

Tag Pasif vs Tag Aktif

source : google image

Seperti disinggung sebelumnya, RFID tag merupakan alat atau chip yang disematkan pada benda yang akan diidentifikasi oleh RFID reader. Saat ini, setidaknya ada dua jenis RFID tag, yakni tag pasif dan tag aktif.

Untuk pengoperasiannya, tag pasif dapat digunakan tanpa menggunakan baterai, sedangkan tag aktif memerlukan baterai. Sehingga, membuat tag pasif lebih banyak digunakan karena murah dan berukuran lebih kecil.

Reader Pasif vs Reader Aktif

source : google image

Reader pasif memiliki sistem pembaca pasif yang hanya menerima sinyal radio dari RFID tag aktif. Jangkauan penerima RFID pasif pun bisa mencapai 600 meter. Sedangkan pada reader aktif terdapat sistem pembaca yang memancarkan sinyal ke tag dan menerima balasan autentikasi dari tag.

Itulah beberapa fakta tentang RFID yang perlu Anda ketahui. Mungkin, dengan adanya artikel ini, bisa menjadi referensi bagi Anda untuk memanfaatkan pemakaian RFID bagi bisnis yang Anda jalankan. Akan tetapi, jika Anda memiliki pengalaman menggunakan teknologi RFID, silahkan berbagi di kolom komentar ya! Terima kasih!