Odading Mang Oleh dan 5 Kudapan Manis Khas Bandung yang Wajib Anda Coba

Bisnis501 Views

Odading Mang Oleh dan 5 Kudapan Manis Khas Bandung yang Wajib Anda Coba Ketika berbicara tentang Bandung, kota ini selalu punya kejutan bagi lidah siapa pun yang datang. Tidak hanya terkenal dengan udara sejuk dan keindahan alamnya, Bandung juga merupakan surga bagi para pencinta kuliner. Salah satu kudapan manis yang sempat viral beberapa waktu lalu adalah Odading Mang Oleh, makanan sederhana yang tiba-tiba mendunia karena gaya promosi yang unik. Namun, Bandung tidak hanya punya odading. Khas Bandung Kota ini menyimpan berbagai jajanan manis yang menggoda dan wajib dicicipi saat Anda berkunjung.

Bandung bisa dibilang rumah bagi aneka kudapan yang menggambarkan karakter masyarakatnya: kreatif, ceria, dan penuh cita rasa. Dari jajanan pasar hingga inovasi modern, semuanya hadir dengan sentuhan khas yang membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya.


Odading Mang Oleh yang Bikin Bandung Kembali Viral

Khas Bandung

Sebelum melangkah ke kudapan lainnya, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas fenomena Odading Mang Oleh Bandung. Jajanan ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi popularitasnya melejit ketika video promosi seorang pria dengan gaya khas Sunda yang heboh viral di media sosial. Ia berteriak, “Coba odading Mang Oleh, rasanya seperti Anda menjadi Iron Man!” dan seketika nama Odading Mang Oleh pun melambung ke seluruh penjuru Indonesia.

Odading sendiri adalah roti goreng khas Bandung yang berbentuk persegi dengan rasa manis dan tekstur empuk di dalam, serta sedikit renyah di luar. Sekilas mirip donat tanpa lubang, tapi lebih ringan dan tidak terlalu berminyak. Biasanya odading dinikmati bersama segelas teh manis hangat atau kopi hitam di pagi hari.

Fenomena Odading Mang Oleh Bandung menjadi bukti betapa kuatnya kekuatan budaya kuliner lokal yang dikemas dengan cara kreatif. Banyak orang kemudian berbondong-bondong datang ke Jalan Baranangsiang, tempat kios legendaris itu berdiri, hanya untuk merasakan sensasi “menjadi Iron Man” lewat sepotong odading.

“Odading itu bukan sekadar jajanan, tapi simbol bagaimana Bandung bisa membuat hal sederhana terasa luar biasa.”


Surabi Oncom dan Surabi Manis, Dua Sisi dalam Satu Cita Rasa

Khas Bandung

Tidak ada yang lebih khas dari Surabi ketika berbicara soal jajanan tradisional Bandung. Kudapan berbahan dasar tepung beras ini memiliki dua varian utama, yaitu surabi asin dengan oncom dan surabi manis yang disiram gula merah cair atau kinca.

Untuk pencinta manis, surabi kinca adalah pilihan wajib. Disajikan hangat dengan aroma santan yang menggoda, teksturnya lembut dan legit, terutama ketika gula arennya mulai meresap. Saat ini, surabi telah berevolusi menjadi kuliner modern dengan berbagai topping seperti cokelat, keju, hingga durian. Namun, versi klasiknya tetap memegang tempat di hati para pecinta kuliner tradisional.

Beberapa warung surabi terkenal di Bandung seperti Surabi Enhaii atau Surabi Cihapit masih menjadi favorit hingga kini. Setiap gigitan membawa kenangan masa kecil dan rasa nostalgia yang sulit tergantikan.

“Makan surabi Bandung itu seperti pulang ke masa kecil, sederhana tapi menenangkan.”


Colenak, Paduan Legit Tape dan Gurihnya Kelapa

Kudapan khas Bandung lainnya yang tidak kalah legendaris adalah Colenak. Nama ini berasal dari singkatan “dicocol enak”. Sesuai namanya, makanan ini memang nikmat ketika dicocol dengan saus manis yang terbuat dari gula merah dan santan.

Colenak dibuat dari tape singkong yang dibakar hingga permukaannya sedikit garing, lalu disajikan dengan parutan kelapa dan saus gula merah. Perpaduan rasa manis, asam, dan gurihnya sungguh sempurna. Kudapan ini pertama kali populer sejak tahun 1930-an dan masih bertahan hingga kini sebagai salah satu ikon jajanan Bandung.

Biasanya Colenak dijual di warung tradisional atau kaki lima yang berada di sekitar Jalan Cihapit dan Dago. Beberapa kedai bahkan menambahkan inovasi seperti menambah topping keju, cokelat, hingga durian.

“Colenak itu bukti bahwa resep sederhana bisa bertahan puluhan tahun jika dibuat dengan cinta dan rasa.”


Pisang Cokelat Lumer yang Bikin Ketagihan

Selain jajanan tradisional, Bandung juga dikenal dengan inovasi jajanan kekinian yang kreatif. Salah satunya adalah Pisang Cokelat Lumer atau yang sering disebut piscok. Jajanan ini menjadi favorit semua kalangan karena rasanya yang manis, gurih, dan teksturnya yang renyah.

Piscok terbuat dari pisang matang yang dibalut kulit lumpia tipis, lalu digoreng hingga keemasan. Setelah itu, bagian dalamnya diisi dengan cokelat lumer yang meleleh saat digigit. Ada juga variasi modern yang menambahkan keju, kacang, hingga meses warna-warni untuk mempercantik tampilannya.

Pisang cokelat sangat mudah ditemukan di Bandung, terutama di area kampus atau tempat nongkrong anak muda. Kudapan ini cocok dijadikan teman minum kopi atau camilan malam di udara sejuk khas Bandung.

“Setiap kali menggigit piscok hangat di Bandung, rasanya seperti menemukan kebahagiaan kecil di tengah hiruk pikuk kota.”


Peuyeum Bandung, Fermentasi Tradisional yang Mendunia

Bandung juga terkenal dengan kudapan hasil fermentasi yang dikenal dengan nama Peuyeum. Bahan dasarnya adalah singkong yang difermentasi hingga menghasilkan rasa manis alami dan tekstur lembut. Peuyeum biasanya dijual digantung di depan toko oleh-oleh, menjadi simbol khas kota kembang.

Berbeda dengan tape dari daerah lain, peuyeum Bandung memiliki kadar air yang lebih rendah, sehingga teksturnya lebih padat dan tidak terlalu lembek. Rasanya manis alami dengan sedikit aroma alkohol hasil fermentasi. Peuyeum bisa dimakan langsung atau diolah menjadi makanan lain seperti gorengan, kue, bahkan es krim.

Selain enak, peuyeum juga memiliki nilai budaya yang tinggi karena menggambarkan cara masyarakat Sunda dalam memanfaatkan bahan lokal secara maksimal. Kini, peuyeum mulai dikemas lebih modern dan dijual ke luar negeri sebagai camilan khas Indonesia.

“Peuyeum bukan sekadar tape, tapi identitas Bandung yang sudah diwariskan turun-temurun.”


Es Goyobod, Kesegaran Manis di Tengah Udara Dingin Bandung

Meski Bandung terkenal dengan cuacanya yang dingin, minuman dingin justru menjadi favorit di sini. Salah satu yang paling populer adalah Es Goyobod. Kudapan manis berbentuk minuman ini terdiri dari potongan agar-agar kenyal, alpukat, tape, kelapa muda, dan sirup gula merah yang disajikan dengan santan serta es serut.

Rasanya segar dan manis, sangat pas untuk dinikmati di siang hari. Es goyobod sering disamakan dengan es campur, tapi sensasi kenyal dan gurihnya jauh lebih khas. Banyak penjual es goyobod legendaris yang sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu, terutama di kawasan Alun-Alun Bandung dan Jalan Braga.

“Menyeruput es goyobod di tengah sejuknya udara Bandung, rasanya seperti menikmati nostalgia dalam bentuk kesegaran.”


Bandros, Wangi Kelapa yang Menggoda di Setiap Gigitan

Kudapan khas Bandung lainnya yang wajib dicoba adalah Bandros. Jajanan ini berbahan dasar tepung beras dan santan, dimasak dalam cetakan khusus hingga menghasilkan bentuk setengah lingkaran dengan bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut. Taburan kelapa parut di atasnya memberikan aroma wangi yang khas dan rasa gurih manis yang seimbang.

Bandros biasanya dijual di pagi atau sore hari, disajikan hangat langsung dari cetakan. Kini, variasi bandros modern mulai bermunculan dengan tambahan topping seperti cokelat, keju, atau susu kental manis. Namun, versi klasik dengan kelapa tetap menjadi juara di hati para penikmat jajanan tradisional.

“Bandros selalu punya cara untuk membuat pagi di Bandung terasa lebih hangat.”


Kreativitas Bandung yang Tak Pernah Ada Habisnya

Semua kudapan manis khas Bandung di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan kuliner kota ini. Mulai dari Odading Mang Oleh Bandung yang viral hingga jajanan legendaris seperti Colenak dan Peuyeum, semuanya menunjukkan satu hal: Bandung tidak pernah berhenti berinovasi dalam dunia kuliner.

Setiap jajanan punya cerita, punya cita rasa, dan punya kenangan yang melekat di lidah siapa pun yang mencicipinya. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Bandung, cobalah semua kudapan ini satu per satu. Nikmati rasanya, dengarkan cerita di baliknya, dan biarkan setiap gigitan membawa Anda lebih dekat pada budaya Sunda yang manis dan hangat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *