Nasi Bekal, Peluang Bisnis Anti Gagal

-

Nasi bekal atau membawa bekal berupa nasi dengan berbagai lauk pauk ke tempat kerja atau sekolah sudah menjadi kebiasaan turun-temurun bagi masyarakat terutama di Indonesia. Tentu selain lebih hemat pengeluaran, membawa nasi bekal dari rumah, pasti sudah terjamin kebersihan makanan dan nutrisinya.

Nasi bekal ini memiliki asal-usul dan ternyata sudah diperkenalkan sejak zaman penjajahan di Jepang, lho! Ketika itu, tepatnya pada tahun 1943, terdapat penurunan persediaan makanan termasuk beras dan berbagai lauk-pauk akibat petani yang ketika itu dipaksa menyerahkan hasil panennya kepada Jepang. Kebijakan ini menjadi asal mula bahwa Indonesia harus belajar hidup prihatin. Nah, kebijakan nutrisi Jepang pada masa perang itu diarahkan dengan maksud pada "kesederhanaan" yang memiliki arti patriotik Hinomari Bento yang bermakna "kotak makan siang Matahari Terbit".

Oleh sebab itu, tepat di tanggal 12 April 2013 diperingati sebagai Hari Bawa Bekal Nasional. Berkembangnya zaman, ternyata bisnis nasi bekal menjadi peluang yang menjanjikan. Mengapa demikian? Mari simak ulasannya.

Baca Juga: Jejak Panjang Sejarah Kuliner Bento di Jepang

Bisnis Nasi Bekal Masih Fresh di Indonesia

source: canva.com

Peluang bisnis nasi bekal bisa dibilang masih jarang yang melakukannya. Padahal, bisnis ini merupakan bisnis yang inovatif dan kreatif. Apalagi dengan kenyataan bahwa mayoritas perempuan di Indonesia yang sudah memiliki anak, namun juga sekaligus menjadi perempuan pekerja. Maka dengan fakta ini, kebanyakan pekerja di Indonesia, terutama ibu pekerja tentu menjadi sulit untuk menyiapkan bekal makanan, entah untuk diri sendiri atau untuk anak mereka.

Selain karena kualitas rasanya yang harus nikmat dan lezat, bisnis nasi bekal ini mengedepankan kreativitas Anda dalam menata dan membuat bentuk nasi bekal menjadi menarik dan enak dipandang. Apalagi jika sasaran Anda adalah membuat bekal untuk anak-anak, Anda harus memutar otak untuk membuat nasi bekal yang inovatif dan kreatif.

Baca Juga: 7 Contoh Usaha Permainan Anak Terbaru

Prospek Bisnis Nasi Bekal Kedepannya

source: canva.com

Melihat padatnya penduduk Indonesia di kota-kota besar yang mayoritas sibuk dengan rutinitas kesehariannya untuk bekerja, serta keterbatasan waktu untuk menyiapkan bekal untuk ke kantor dan sekolah anak-anaknya, menjadikan bisnis nasi bekal ini memiliki prospek yang luar biasa cemerlang. Selain itu, banyak perempuan pekerja yang cemas jika anaknya makan makanan yang tidak tahu cara mengolah dan apakah nutrisi anak sudah terpenuhi ketika makan di sekolah. Sementara di satu sisi, para ibu pekerja ini juga tidak sempat untuk menyiapkan bekal sekolah untuk anaknya.

Menilik dari kecemasan seorang ibu pekerja ini, maka peluang bisnis nasi bekal menjadi bisnis dengan peluang yang bagus untuk digeluti ke depannya. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan dalam berbisnis nasi bekal adalah Anda bisa memulainya dengan skala rumahan terlebih dahulu. Kemudian selanjutnya Anda bisa memasarkan bisnis Anda kepada orang-orang sekitar, atau bisa juga dengan menawarkan usaha Anda ini kepada teman-teman di kantor Anda.

Baca Juga: Loyalitas Karyawan, Bagaimana Cara Meningkatkannya?

source: canva.com

Percaya atau tidak, bisnis satu ini tidak membutuhkan modal yang besar, lho! Dengan modal yang sedikit, Anda sudah bisa menjalankan bisnis ini. Setidak-tidaknya Anda harus memiliki modal sekitar Rp 5 juta untuk peralatan masak, tempat nasi bekalnya, dan untuk membeli bahan-bahan makanan.

Selain modal awal yang minim, bisnis nasi bekal ini bisa Anda lakukan di rumah saja. Jadi, Anda tidak perlu keluar uang lagi untuk biaya sewa tempat usaha.

Baca Juga: Kepuasan Pelanggan, Terapkan Cara ini untuk Mengukurnya

Nah, itulah ulasan singkat dari peluang bisnis nasi bekal yang bisa Anda coba sebagai usaha sampingan Anda. Jangan lupa untuk menggunakan KAWN POS sebagai pendamping bisnis Anda.

Apakah Anda sudah pernah mencoba bisnis satu ini? Atau Anda tertarik untuk mencoba bisnis bekal nasi ini? Coba bagikan pengalaman dan pendapat Anda pada kolom komentar, ya!