Mengenal Kuliner Khas Betawi, Orang Jakarta Wajib Tahu nih!

-

Jakarta sebagai kota besar yang menyandang predikat Ibukota Indonesia memang sudah banyak mengalami campuran budaya dari luar, baik itu tradisional maupun budaya modern. Sama halnya dengan penduduk asli Jakarta yang dihuni oleh Suku Betawi yang sudah mulai berkurang, melansir id.wikipedia.org, bahwa saat ini hanya 22,9% masyarakat asli Suku Betawi yang ada di Kota Jakarta.

Baca juga : Yuk, Kunjungi 5 Kedai Legendaris ini di Kota Bogor

Pantas saja, kalau saat ini semakin susah ditemui budaya atau bahkan masyarakat asli Betawi di Jakarta. Banyak budaya Betawi yang sudah mulai tergerus oleh zaman, sebut saja kesenian, pakaian adat, rumah adat bahkan dari sisi kuliner pun juga mengikuti perkembangan zaman. Fenomena tersebut dapat dengan mudah kita ambil contoh, mungkin Anda akan lebih mudah menemukan penjual thai tea daripada penjual bir pletok atau mungkin Anda akan sering menemukan penjual nasi goreng ketimbang penjual nasi ulam.

Baca juga : 5 Kuliner di Depok yang Mesti Anda Coba

Untuk itu, kali ini KAWN akan mengulas beberapa kuliner khas Betawi yang seharusnya orang Jakarta pun wajib tahu. Melansir id.wikipedia.org, berikut daftarnya.

Kerak Telor

Bagi Anda yang sering berwisata di kawasan Monas atau mengunjungi Pekan Raya Jakarta, harusnya Anda wajib tahu dengan kuliner yang satu ini, ialah kerak telor. Namun, Anda akan cukup kesulitan untuk mencari kuliner ini kalau bukan di tempat wisata.

Baca juga : Kerak Telor Sudah Ada Sejak Zaman Belanda, Ini Sejarahnya!

Bahan utama dari kuliner ini adalah nasi yang dicampur dengan telur dan aneka bumbu lainnya. Telur yang digunakan ada 2 jenis, yaitu telur ayam atau telur bebek. Cara memasak kerak telor adalah dengan cara di panggang di atas kuali yang dibawahnya menggunakan tungku arang. Setelah nasi dirasa matang, kemudian dibalik, dengan teknik nasi yang menghadap bara api. Setelah matang, kerak telor ini akan ditaburi dengan bawang goreng dan juga serundeng.

Nasi Ulam

Saat ini penjual nasi ulam memang sudah sangat jarang ditemui, hal ini menjadikan nasi ulam tak se-famous saudaranya, yatu nasi uduk. Tetapi masalah rasa sepertinya nasi ulam tidak boleh dinomorduakan.

Baca juga : Kuliner Tersembunyi Namun Tak Pernah Sepi di Jakarta Selatan

Nasi ulam adalah hidangan nasi putih dengan serundeng kelapa, daun kemangi dan kacang-kacangan yang biasanya disajikan sedikit basah, karena menggunakan kuah semur. Lauk-pauknya bisa bermacam-macam, tetapi yang umum digunakan adalah empal daging, ayam goreng atau semur tahu. Anda dapat menyusuri jalan Gang H.Dogol yang ada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, jika ingin menikmati nasi ulam Ibu Yoyo yang melegenda.

Soto Betawi

Seperti yang kita tahu, bahwa soto adalah kuliner yang pasti ada disetiap kota, sebut saja Soto Padang, Soto Kudus, Soto Mie Bogor atau Soto Lamongan. Lantas, apa bedanya Soto Betawi dengan soto-soto dari daerah lain yang ada di Indonesia?
Kuah Soto Betawi memiliki ciri khas yang tidak ada di daerah lainnya, yaitu menggunakan campuran susu dan santan sehingga terasa gurih dan legit.

Baca juga : Nikmat, Ini Macam-Macam Soto di Indonesia

Untuk isiannya sendiri, Anda bisa pilih beragam daging dan jeroan sapi atau kambing, yang kemudian ditaburi dengan emping. Di Jakarta Anda mungkin dapat menikmati Soto Betawi H. Husein dan Soto Betawi Sambung Nikmat yang ada di bilangan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Kue Rangi

Gerobak dengan tungku kayu bakar di bagian depan merupakan ciri khas dari penjual kue rangi, namun akan sangat sulit jika Anda hanya menunggu penjual kue ini melintas didepan rumah Anda. Jadi, Anda perlu sedikit effort untuk menikmati kuliner ini dengan mengunjungi beberapa wisata yang ada di Kota Jakarta.

Baca juga : Resep Membuat Kue Rangi, Jajanan Tradisional yang Mulai Langka

Kue ini terbuat dari campuran tepung sagu dan kelapa parut yang dipanggang diatas api kayu bakar dengan menggunakan cetakan khusus. Setelah matang, kue ini diberi topping olesan gula merah yang sudah dicairkan. Karena cara memasaknya menggunakan kayu bakar, sehingga akan terasa sedikit aroma asap bakaran disaat Anda menggigitnya.  

Bir Pletok

Berbicara kuliner khas Betawi bukan hanya makanan atau cemilan saja, Betawi juga memiliki minuman khas, yaitu bir pletok. Meski menyandang status ‘bir’, namun minuman ini tidak akan membuat Anda mabuk.

Baca juga : Merawat Budaya Kuliner Betawi dengan Berjualan Bir Pletok

Mungkin masih banyak yang belum tahu tentang bir pletok, selain tidak mengandung alkohol, bir pletok terbuat dari bermacam-macam rempah, seperti lada, jahe, kayu secang dan beragam rempah lainnya. Minuman tradisional ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Warnanya merah menggoda, rasanya manis dan wangi, pantas saja kalau minuman ini banyak dijadikan sebagai welcome drink di beberapa hotel yang ada di Jakarta.

Baca juga : Bir Pletok Bakal Jadi Welcome Drink di Setiap Hotel di Jakarta

Gabus Pucung

Wajar saja kalau kuliner khas Betawi yang satu ini sudah jarang ditemui, karena bahan utama ikan gabus yang cukup sulit untuk dibudidayakan. Makanan khas Betawi ini dimasak dengan menggunakan bumbu rempah yang menghasilkan cita rasa lezat yang menggugah selera. Ikan gabus dimasak dengan menggunakan pucung atau kluwek yang membuat kuah berwarna kehitaman.

Baca juga : Gabus Pucung, Si 'Ikan Rawa Hitam' Asli Betawi

Jika Anda ingin menikmati gabus pucung, Anda bisa mampir ke Rumah Makan Betawi Haji Rojali yang berada di Pesanggrahan, Jakarta Barat. Selain menyajikan menu gabus pucung, rumah makan ini juga menyediakan menu khas Betawi lainnya seperti sayur asem, soto betawi dan menu masakan kepala ikan manyung.

Kue Kembang Goyang  

Ada alasan yang cukup kuat mengapa kuliner khas Betawi ini dinamakan kembang goyang, yaitu bentuknya yang menyerupai kembang dan cara membuatnya yang harus digoyang-goyang. Makanan yang adonannya terbuat dari tepung beras, gula dan telur ini memiliki citarasa yang manis dan renyah, sehingga sangat cocok menjadi teman minum kopi Anda.

Asinan Betawi

Pada dasarnya Asinan Betawi berbeda dengan Asinan Bogor. Jika Asinan Bogor menggunakan aneka buah-buahan, seperti pepaya, kedondong, mangga muda dan lain-lain. Sedangkan Asinan Betawi menggunakan berbagai macam jenis sayuran, seperti kubis, sawi, tauge, wortel dan lain-lain.

Baca juga : Asinan Betawi vs Asinan Bogor, Ini Bedanya

Baik Asinan Bogor maupun Asinan Betawi ini dibuat dengan teknik sama, yaitu diasinkan menggunakan garam lalu diberi cuka agar terasa asam. Dengan menggunakan garam dan cuka tersebut, membuat makanan tersebut menjadi awet dan memiliki cita rasa yang menyegarkan. Asinan Kamboja H.Mansyur yang ada di Rawamangun bisa menjadi tujuan utama jika Anda ingin menyantap kuliner khas Betawi berbahan dasar sayuran ini.

Sayur Babanci

Mungkin Anda setuju kalau sayur babanci adalah kuliner khas Betawi yang paling jarang ditemui, bahkan mendengar namanya saja belum pernah. Bukan tanpa alasan kenapa kuliner ini jarang ditemui, karena kuliner ini hanya hadir dalam acara-acara khusus adat Betawi.  

Baca juga : Sayur Babanci Kuliner Khas Betawi dengan Bumbu 21 Rempah

Setidaknya ada 21 bumbu dan rempah yang diperlukan untuk meracik nikmatnya sayur babanci ini. Beberapa diantaranya bahkan cukup langka untuk ditemui, seperti kedaung, lempuyang, botor hingga temu mangga. Racikan bumbu yang pas ditambah dengan kuah santan yang gurih menjadi kuliner ini semakin menggoda untuk dinikmati saat lapar melanda.

Baca juga : Lempuyang, Rempah Cantik yang Kaya Manfaat, Pernah Melihatnya?

Es Selendang Mayang

Betawi juga punya kuliner berupa es campur yang manis dan segar loh, namanya es selendang mayang. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa dinamakan es selendang mayang? Melansir kompasiana.com kata 'selendang' berasal dari warna-warni kue yang jadi isian es selendang mayang. Meriahnya warna kue itu diibaratkan sebagai warna selendang. Sementara 'mayang' merujuk pada arti manis dan kenyal.
Es selendang mayang biasanya disajikan saat pesta pernikahan, sebagai menu takjil atau acara hajatan bernuansa budaya Betawi. Ada nuansa unik tentang es selendang mayang ini, bahwa menyantap es ini kabarnya melambangkan kehangatan dan kemeriahan.

Itulah beberapa kuliner khas Betawi yang mungkin diantaranya sudah sangat sulit untuk ditemukan atau bahkan sudah Anda lupakan. Untuk itu, dengan adanya artikel ini, semoga membuka kembali ingatan Anda terhadap kuliner khas Betawi tersebut. Dari 10 kuliner khas Betawi yang sudah KAWN sajikan, apakah Anda pernah menyantap salah satu dari kuliner tersebut? Silahkan share pengalaman Anda di kolom komentar ya!