Mengenal Jenis-Jenis Bahan Baku Kemasan untuk Bisnis F&B

-

Dalam menjalankan sebuah bisnis, banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh sang pemiliknya. Selain menjamin kualitas produk yang dihasilkan, para pebisnis juga perlu memperhatikan beberapa elemen penting, seperti konsep bisnis, strategi marketing, tampilan outlet serta membuat kemasan produk yang baik.

Baca juga : 4 Cara Memulai Bisnis F&B

Pada bisnis F&B, kemasan produk memang memiliki peranan yang sangat penting. Selain tugas utamanya untuk melindungi produk F&B itu sendiri, ternyata kemasan produk juga harus dibuat semenarik mungkin, agar dapat menarik hati calon pelanggan. Tentu saja, hal ini guna meningkatkan penjualan pada bisnis F&B yang sedang Anda jalankan.  

Baca juga : 5 Trik agar Kemasan Produk Bisnis Menarik Minat Pelanggan

Ada 2 poin penting yang perlu diperhatikan dalam membuat kemasan produk. Pertama dari segi tampilannya, pada poin ini Anda mesti pintar-pintar dalam membuat desain kemasan, baik itu warna, tata letak serta bentuk dari kemasan yang sesuai dengan produk F&B Anda. Selanjutnya, poin penting yang kedua adalah dari segi bahan baku yang digunakan untuk membuat kemasan produk itu sendiri.

Baca juga : Pentingnya Kemasan Produk yang Menarik Untuk Bisnis F&B Anda, UMKM Wajib Tahu nih!

Bahan baku kemasan pun banyak jenisnya yang bisa dipakai untuk bisnis F&B Anda. Mungkin bisa saja Anda menggunakan bahan baku plastik pada produk minuman Anda, atau bahkan Anda bisa menggunakan bahan baku kertas pada produk makanan Anda. Lantas, melihat begitu beragamnya jenis bahan baku kemasan yang ada, bahan baku manakah yang cocok untuk bisnis F&B Anda? Untuk itu, melansir dari foodpackagingforum.org KAWN coba jabarkan beberapa jenis bahan baku kemasan untuk produk F&B yang mungkin bisa Anda gunakan, berikut daftarnya.

Plastik

Bisakah Anda sebutkan berapa banyak produk F&B yang menggunakan bahan plastik untuk kemasannya? Tentunya sangat banyak ya. Karena sifatnya yang elastis, ringan dan harganya yang cukup murah, membuat plastik merupakan bahan baku kemasan yang paling banyak digunakan untuk mengemas produk F&B.

Plastik merupakan bahan baku kemasan F&B yang terbuat dari bahan polimer organik yang dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk, sehingga sangat cocok dijadikan kemasan untuk produk F&B. Tetapi, penggunaan plastik sampai saat ini masih menjadi pro kontra. Pasalnya, plastik memiliki residu zat kimia yang berbahaya dan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan orang yang menggunakannya. Bukan hanya itu, bahan baku plastik juga tidak ramah lingkungan, karena butuh waktu yang sangat lama untuk dapat melebur secara alami.

Baca juga : Kenali Bahaya Wadah Plastik pada Makanan

Terkait dengan isu kesehatan pangan, Anda tidak perlu khawatir, karena Anda bisa memilih bahan baku plastik yang bersertifikat food grade. Dengan demikian, makanan atau minuman yang Anda kemas dengan plastik jenis ini akan aman untuk dikonsumsi siapapun. Banyak sekali produk F&B yang menggunakan plastik sebagai bahan baku kemasannya, sebut saja produk minuman ready to drink, mie instan, produk cemilan atau bahkan berbagai macam produk bumbu masakan.

Baca juga : Apa itu Food Grade Packaging?

Bahan baku plastik sendiri memiliki jenis yang bermacam-macam, sehingga Anda dapat memilih jenis plastik yang cocok dengan produk F&B Anda, berikut daftarnya :

a. Polyethylene Terephthalate (PET)

Memiliki sifat yang cukup kuat, jernih dan mampu mempertahankan air. Biasanya, jenis plastik ini digunakan untuk mengemas produk minuman, kemasan selai, botol kecap atau sambal. Namun, ada beberapa kekurangan dari plastik jenis ini, selain tidak tahan panas, jenis plastik ini juga bisa digunakan hanya sekali pakai.  

b. High Density Polyethylene (HDPE)

Jenis plastik ini memiliki struktur permukaan yang lebih kusam dibandingkan jenis plastik lainnya, sehingga cukup mudah jika Anda ingin mencetak kemasan dengan memberi gambar atau mencantumkan keterangan produk. Biasanya, jenis plastik HDPE digunakan untuk produk susu cair dan jus. Sama seperti jenis PET, plastik ini juga hanya untuk sekali pemakaian dan bukan untuk berulang.

c. Polivinil Klorida (PVC)

Bahan PVC terbagi menjadi dua, yaitu yang bersifat kuat dan jernih untuk digunakan pada botol jus, minyak sayur dan air mineral. Jenis kedua adalah PVC yang bersifat lebih lunak serta jernih. Biasanya, lebih digunakan sebagai pembungkus makanan.

d. Low Density Polyethylene (LDPE)

Merupakan jenis plastik yang tidak jernih namun dapat ditembus oleh cahaya dari luar. Banyak pelaku bisnis yang menggunakan plastik LDPE untuk produk yoghurt, kantong belanja, makanan segar dan juga botol minuman.

e. Polipropilen (PP)

Jenis plastik ini memiliki sifat yang keras namun fleksibel karena bisa digunakan sebagai kemasan makanan atau minuman ringan. Uniknya, jenis plastik PP ini lebih tahan terhadap panas dan minyak, sehingga cukup aman jika digunakan untuk makanan atau minuman yang panas.


Kertas

Bahan baku kemasan berikutnya yang cukup sering juga digunakan adalah kertas. Meskipun kertas dibuat dari pohon yang notabene adalah bahan alami, kemasan dengan bahan baku ini juga memiliki beberapa kriteria loh. Sama halnya dengan plastik, gunakanlah kertas yang bersertifikasi food grade, sehingga aman digunakan untuk mengemas makanan ataupun minuman.

Baca juga : Kemasan Berlabel "Food Grade", Peringatan atau Sekedar Tempelan?

Karena sifat kertas yang mudah dicetak, menjadi alasan tersendiri banyak bisnis F&B yang menyukai bahan baku kemasan ini. Penggunaan kertas untuk kemasan pun juga tidak luput dari pro dan kontra, banyak orang yang suka dengan kemasan kertas karena lebih aman dan mudah di lebur. Namun, bahan baku kertas yang berasal dari kayu pepohonan tentu saja akan mengakibatkan pemanasan global jika ditebang secara terus menerus. Beberapa produk F&B yang menggunakan bahan kertas untuk kemasannya, seperti minuman susu ready to drink, produk cemilan dan makanan siap saji.

Kaca

Disaat menjelang bulan ramadhan tiba, pernahkan Anda menyadari jika berbelanja di minimarket akan berjajar rapi produk sirup dengan berbagai macam merek? Ya, sirup merupakan salah satu produk yang menggunakan kaca sebagai bahan baku pada kemasannya. Secara umum, kaca merupakan bahan baku kemasan yang sering digunakan untuk produk minuman.

Kaca merupakan bahan baku yang paling aman untuk digunakan sebagai kemasan produk F&B, karena itu kemasan jenis ini sering digunakan berulang kali untuk produk yang sama. Tentunya dengan proses pencucian hingga bersih terlebih dahulu. Namun, melihat tingkat keamanan jenis bahan baku ini, tentu saja kaca memiliki harga yang cukup mahal. Itu sebabnya, cukup jarang produk F&B yang menggunakan bahan baku kaca pada kemasannya, terlebih pada bisnis UMKM.

Dari berbagai macam kelebihan yang ada pada bahan baku ini, tentu saja ada kekurangan yang mesti Anda ketahui. Sifatnya yang cukup berat dan mudah pecah merupakan satu-satunya kekurangan pada jenis bahan baku kemasan ini.

Kaleng

Bahan baku berikutnya yang bisa digunakan untuk kemasan produk F&B adalah kaleng. Namun, saat ini tidak begitu banyak produk F&B yang menggunakan kaleng sebagai bahan baku kemasannya. Karena, mengemas makanan atau minuman dengan menggunakan kaleng harus melalui proses yang cukup rumit.

Baca juga : Konsumsi Makanan Kaleng, Baik atau Buruk?

Jika proses pengalengan tidak dilakukan dengan benar, bisa saja akan ada bakteri yang tumbuh pada produk tersebut, seperti bakteri clostridium botulinum dan klebsiella pneumoniae. Tentu saja hal ini akan mengakibatkan gangguan kesehatan bagi yang mengonsumsinya. Beberapa produk F&B yang menggunakan kaleng sebagai bahan bakunya, seperti minuman ready to drink, produk susu formula dan makanan daging atau ikan olahan.

Styrofoam

Karena sifatnya yang ringan dan harganya yang cukup murah, sehingga banyak pedagang makanan kaki lima yang menyajikan produk makanannya dengan kemasan ini. Namun, sama halnya dengan penggunaan plastik, penggunaan styrofoam juga sempat menuai pro dan kontra.

Baca juga : Benarkah Wadah Makanan dari Styrofoam Bisa Menyebabkan Kanker?

Styrofoam adalah hidrokarbon cair yang terbuat dari monomer stirena melalui polimerisasi suspensi pada tekanan dan suhu tertentu yang selanjutnya dilakukan pemanasan pada bahan tersebut. Melihat banyaknya zat kimia yang terkandung pada styrofoam, tentu saja bahan baku ini tidak terlalu baik untuk kesehatan.

Dikutip dari WHO menyatakan bahwa styrofoam mengandung zat benzena dan stirena. Dimana, kedua zat kimia tersebut bersifat karsinogenik atau menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Apabila styrofoam digunakan sebagai wadah makanan dalam keadaan panas maka kontaminasi zat berbahaya tersebut akan masuk ke dalam makanan atau minuman. Oleh karena itu hindari penggunaan styrofoam untuk makanan dan minuman dalam keadaan panas ya!

Kesimpulannya, ada banyak macam bahan baku kemasan produk F&B yang dapat digunakan oleh Anda. Namun, sebelum Anda memutuskan akan menggunakan yang mana, alangkah baiknya Anda lihat karakteristik bahan baku, pelajari kekurangan dan kelebihannya. Barulah Anda bisa simpulkan, bahan baku mana yang cocok dengan bisnis F&B yang sedang Anda jalankan.

Artikel yang KAWN sajikan ini sifatnya feel free to discuss, jadi jika Anda ada pertanyaan seputar bahan baku kemasan untuk produk F&B Anda,  jangan sungkan untuk tulis pertanyaan di kolom komentar ya, ditunggu!