Makanan Khas Wilayah Timur Indonesia

-

Makanan khas Indonesia memang begitu banyak jenisnya. Saking banyaknya, mungkin Anda akan sangat kesulitan untuk menyebutkannya satu per satu.

Indonesia terbagi atas 3 wilayah dengan berbagai macam suku, bahasa serta budaya yang berbeda. Oleh karena itu, membuat dunia kuliner khususnya makanan menjadi bervariasi juga.  

Jenis, bahan yang digunakan serta citarasa merupakan beberapa poin yang menjadi pembeda dari setiap makanan di beberapa daerah Indonesia. Sebagai contoh, jika masyarakat Sumatera Barat gemar sekali mengonsumsi makanan pedas, berbeda dengan warga Yogyakarta yang hobi mengonsumsi makanan dengan citarasa manis.  

Baca juga: Sambal-Sambal Khas Indonesia, Berani Coba Sensasi Pedasnya?

Begitupun dengan makanan pokok. Umumnya, makanan pokok masyarakat Indonesia memang nasi, akan tetapi ada beberapa wilayah yang menjadikan bahan makanan lainnya sebagai makanan pokok. Nusa Tenggara Timur misalnya, daerah ini banyak yang menjadikan jagung sebagai makanan pokoknya, serta masyarakat Papua yang terbiasa mengonsumsi papeda atau bubur sagu.

Baca juga: Mempertahankan sagu bahan pangan asli Papua yang bergizi tinggi

Akibat keberagaman inilah, membuat dunia kuliner di Indonesia semakin menarik untuk dibahas. Tak terkecuali pada Indonesia wilayah timur. Wilayah Indonesia timur hanya terdiri dari 2 pulau besar, yakni Papua dan Maluku.  

Baca juga: Pembagian Waktu di Indonesia, WIB, WITA dan WIT

Lantas, apa saja makanan khas wilayah timur Indonesia yang perlu kita ketahui dan menarik untuk diulas? Dikutip dari laman wisatabaru.com, yuk kita bahas satu persatu.

Makanan Pokoknya Masyarakat Wilayah Timur Indonesia, Papeda

source : dinas pariwisata provinsi maluku

Makanan yang satu ini kerap kali dijadikan makanan pokok bagi masyarakat wilayah timur Indonesia, yakni papeda. Papeda merupakan makanan yang bahan utamanya adalah sagu.

Baca juga: Siap Menggoyang Lidah Anda! Berikut 7 Hidangan Khas Manado yang Wajib Anda Coba

Layaknya nasi, papeda biasanya tidak dimakan begitu saja tanpa menggunakan lauk pendamping. Pasalnya, makanan yang berasal dari sagu ini bertekstur lengket dan kenyal, serta tidak memiliki rasa atau tawar. Biasanya, papeda disajikan dengan ikan kuah asam atau ikan bakar.

Ikan yang lazim digunakan untuk pendamping makan papeda adalah ikan tongkol atau ikan bubara. Pasalnya, kedua ikan ini sangat mudah ditemui di perairan Indonesia bagian Timur.

Sebagai makanan pokok, papeda juga kaya akan karbohidrat. Sehingga, mampu memberikan energi bagi tubuh, baik untuk bergerak dan baik untuk kinerja organ-organ tubuh.

Teman Minum Kopinya Masyarakat Ambon, Pisang Asar

source : yummy app

Wilayah Indonesia bagian timur juga menyajikan camilan yang menarik untuk dicoba, pisang asar namanya. Camilan ini berasal dari Tanah Maluku. Bagi masyarakat Maluku, pisang asar kerap kali dijadikan menu pendamping untuk menikmati secangkir kopi atau teh.  

Dalam Bahasa Maluku, asar memiliki arti kata bakar. Jadi, pisang asar merupakan camilan pisang yang cara pengolahannya dibakar atau dipanggang dengan menggunakan oven. Begitu banyak jenis pisang yang ada, akan tetapi hanya satu jenis pisang yang bisa diolah menjadi pisang asar, yakni pisang raja.  

Cukup mudah mengolah pisang asar. Pertama, siapkan pisang raja yang sudah matang. Kedua, siapkan dan campur bahan-bahan untuk bumbu olesannya, yang terdiri dari kacang kenari, telur, gula dan mentega. Setelah itu, olesi pisang dengan bumbu yang sudah dibuat sebelumnya, lalu panggang pada oven dengan api sedang kurang lebih 30 menit.

Ikan Bakar Manokwari

source : ksmtour

Seperti kita ketahui, Indonesia timur memiliki garis pantai yang sangat luas dan memesona. Tak salah, jika Indonesia timur sering kali dijadikan destinasi wisata bahari bagi banyak wisatawan, baik itu lokal maupun mancanegara.  

Selain destinasi wisata bahari, banyak warga Indonesia timur yang menggantungkan penghidupannya pada laut, dengan menjadi nelayan. Oleh karenanya, hidangan laut di Indonesia timur begitu spesial dan beragam, salah satunya adalah ikan bakar Manokwari. Sesuai namanya, hidangan ikan bakar spesial ini berasal dari Manokwari, Papua.

Ikan tongkol merupakan salah satu jenis ikan yang lazim digunakan untuk makanan ini. Hadirnya bumbu mentah dengan citarasa pedas yang ditumbuk kasar, menjadi ciri khas makanan ini.

Sambal Khas Masyarakat Maluku, Colo-Colo

source : sajian sedap

Sambal merupakan pelengkap makanan yang tidak pernah absen berada di meja makan orang Indonesia. Bahkan ada yang beranggapan, kurang lengkap dan nikmat rasanya jika makan tidak didampingi dengan kehadiran sambal.

Oleh karena itulah, banyak sekali jenis sambal yang dihasilkan oleh tangan-tangan orang Indonesia, colo-colo salah satunya. Colo-colo merupakan kreasi sambalnya orang Maluku.

Karakter sambal ini tidak diulek atau dihaluskan, melainkan di iris-iris dan di campur dengan perasan air jeruk nipis. Karenanya, ada sensasi pedas nan segar saat Anda mencicipi sambal ini.

Beberapa bahan yang dipakai untuk membuat sambal ini terdiri dari, cabe rawit, bawang merah, tomat hijau, perasan jeruk nipis, daun kemangi, kenari mentah serta sedikit kecap. Di Maluku sendiri, biasanya colo-colo menjadi pelengkap untuk ikan bakar atau ayam bakar.

Kue Pie-nya Orang Papua, Kue Lontar

source : tandaseru.id

Terakhir, makanan khas wilayah Indonesia timur yang perlu Anda ketahui dan menarik untuk dicoba adalah kue lontar. Kue lontar sendiri sering kali disebut kue pie-nya masyarakat Papua. Karena memang bentuknya dan komposisinya mirip sekali dengan kue pie pada umumnya.  

Kue lontar terbuat dari tepung sagu, telur serta susu. Kue ini bercita rasa manis, tak ayal kue ini disukai banyak orang, baik itu orang dewasa maupun anak-anak.

KawanKAWN, baru saja kita ulas tentang makanan khas dari Indonesia wilayah timur. Cukup menarik dan menggugah selera bukan? Dari kelima makanan yang sudah disebutkan diatas, apakah ada yang sudah pernah Anda coba sebelumnya? Silahkan tulis jawaban di kolom komentar ya. Terima kasih!