5 Kedai Seafood di Jakarta yang Wajib Anda Coba, Lezatnya Tak Pernah Gagal

Lifestyle318 Views

Jakarta memang tidak pernah kehabisan tempat makan yang menggoda. Dari warung kaki lima hingga restoran mewah, semua punya daya tariknya masing-masing. Namun ada satu jenis kuliner yang selalu jadi primadona dan jarang gagal memuaskan siapa pun yang mencobanya, yakni seafood.

Olahan hasil laut selalu punya tempat istimewa di hati para pecinta kuliner. Dari aroma bakaran yang menggoda hingga rasa gurih asin yang khas, seafood adalah sajian yang bisa dinikmati kapan saja. Apalagi di ibu kota yang punya banyak kedai terkenal, beberapa bahkan sudah melegenda karena rasanya yang konsisten sejak puluhan tahun lalu.

“Seafood itu bukan sekadar makanan, tapi perayaan rasa asin laut yang dibawa ke piring dengan penuh cinta dan kesabaran.”

Dari sekian banyak pilihan, ada lima kedai seafood di Jakarta yang benar-benar wajib Anda coba. Mulai dari yang legendaris di pasar hingga yang modern di kawasan hits, semuanya punya keunikan masing-masing, termasuk salah satunya yang fenomenal Seafood 68 Santa, tempat yang dikenal dengan menu super lengkap dan cita rasa pedas gurih yang bikin ketagihan.


1. Seafood 68 Santa, Legendaris dari Pasar Santa yang Tak Pernah Sepi

Bagi pencinta kuliner Jakarta, nama Seafood 68 Santa sudah seperti legenda. Berlokasi di kawasan Pasar Santa, Jakarta Selatan, kedai ini selalu ramai setiap malam. Tak peduli hari apa, antrean panjang di depan tenda birunya seolah menjadi pemandangan wajib.

Yang membuat Seafood 68 Santa begitu spesial bukan hanya cita rasanya, tapi juga kehangatan suasananya. Tempatnya sederhana, hanya meja kayu panjang dan bangku plastik, namun aromanya bisa membuat siapa pun yang lewat tergoda untuk mampir.

Menu di sini terkenal lengkap, mulai dari kepiting saus padang, cumi goreng tepung, kerang hijau saus tiram, udang bakar madu, hingga ikan bakar rica yang pedasnya menggigit. Semua dimasak dengan bumbu khas racikan tangan lama yang sudah puluhan tahun tidak berubah.

“Bumbu saus padangnya punya kekuatan magis, begitu kena lidah, kamu tahu kalau ini bukan sembarang seafood tenda biasa.”

Salah satu yang paling terkenal di antara Seafood 68 Santa menu adalah kepiting saus padangnya. Sausnya kental, kaya rempah, dengan kombinasi rasa pedas, manis, dan gurih yang pas. Kepitingnya selalu segar, ukurannya besar, dan disajikan dengan nasi putih hangat kombinasi yang sulit dikalahkan.

Selain itu, ada juga menu favorit lain seperti udang telur asin dan cumi saus mentega. Rasanya tidak hanya kuat di bumbu, tapi juga menunjukkan konsistensi pengolahan bahan yang baik. Tidak heran kalau pelanggan datang dari berbagai penjuru Jakarta, bahkan luar kota, hanya untuk makan di sini.


2. Seafood Ayu, Cita Rasa Bakar yang Menggoda

Masih di kawasan Jakarta Selatan, Seafood Ayu di Tebet juga layak masuk daftar ini. Warung ini terkenal dengan olahan bakaran yang menggoda selera. Begitu pesanan dibakar, aroma bumbu yang bercampur asap arang langsung membuat suasana malam jadi lebih hidup.

Menu andalan di sini adalah ikan baronang bakar, kerang bambu saus pedas, dan cumi bakar madu. Bumbu bakarannya khas, sedikit manis dengan sentuhan rempah yang meresap hingga ke dalam daging.

Yang menarik dari Seafood Ayu adalah konsepnya yang mengutamakan kesegaran. Setiap bahan laut baru diambil langsung dari pemasok lokal setiap pagi, sehingga rasa gurih alami dari laut tetap terjaga. Tidak ada aroma amis berlebihan, semua terasa bersih dan segar.

“Seafood yang dibakar dengan arang selalu punya cerita sendiri, aroma asapnya seperti tanda tangan rasa yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun.”

Harga di Seafood Ayu juga cukup bersahabat. Dengan kisaran Rp30 ribu hingga Rp100 ribu per porsi, pengunjung bisa menikmati porsi besar yang cocok untuk makan bersama keluarga.


3. Pondok Laguna, Sentuhan Tradisional di Tengah Kota

Bergeser ke kawasan Pecenongan, Pondok Laguna sudah menjadi destinasi kuliner wajib bagi pecinta seafood sejak puluhan tahun lalu. Tempat ini bukan sekadar restoran, tapi institusi kuliner yang membawa cita rasa tradisional Indonesia ke level lebih tinggi.

Pondok Laguna terkenal dengan olahan ikan gurame, udang, dan cumi yang dimasak dengan berbagai cara mulai dari goreng tepung, bakar, hingga saus khas Nusantara seperti asam manis dan rica-rica.

Salah satu menu paling populer di sini adalah gurame goreng renyah. Disajikan dalam piring besar, ikan goreng ini memiliki kulit krispi tapi dagingnya tetap lembut. Ditemani sambal terasi dan lalapan segar, perpaduan rasanya benar-benar memuaskan.

“Di setiap gigitan gurame Laguna, ada nostalgia masa kecil tentang makan bersama keluarga di restoran yang ramai tapi penuh kehangatan.”

Suasana di Pondok Laguna pun mendukung. Interiornya klasik, dengan elemen kayu dan lampu kuning hangat, membuat siapa pun betah berlama-lama. Meskipun tempatnya sering ramai, pelayanan di sini tetap cepat dan rapi.


4. Seafood Wiro Sableng 212, Pedasnya Melegenda

Nama Seafood Wiro Sableng 212 tentu sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta Utara dan sekitarnya. Berada di kawasan Kelapa Gading, kedai ini selalu ramai sejak sore hingga larut malam. Ciri khasnya adalah olahan seafood dengan tingkat kepedasan yang bisa disesuaikan, dari level ringan hingga ekstrem.

Menu paling laris di sini tentu saja kepiting saus padang, udang telur asin, dan cumi saus tiram. Kepitingnya terkenal besar dan segar, sementara bumbu saus padangnya tebal dan menggigit. Selain itu, ada juga menu kerang hijau saus rica yang cocok untuk pencinta rasa pedas manis.

“Makan di Wiro Sableng itu seperti tantangan, kamu datang bukan hanya untuk kenyang, tapi untuk membuktikan seberapa kuat menahan pedasnya.”

Kelebihan Wiro Sableng 212 terletak pada kecepatan pelayanannya. Meski pengunjung ramai, pesanan datang dalam waktu singkat dan selalu panas. Harga menunya pun tergolong terjangkau untuk ukuran porsi besar dan kualitas bahan yang segar.

Bagi banyak orang, Wiro Sableng 212 bukan sekadar tempat makan, tapi destinasi kuliner yang harus dikunjungi minimal sekali seumur hidup.


5. Seafood City Bandar Djakarta, Makan di Tepi Laut dengan Pemandangan Indah

Kalau ingin menikmati seafood sambil memandang laut, maka Bandar Djakarta di kawasan Ancol adalah pilihan paling pas. Restoran besar ini menawarkan pengalaman makan dengan konsep live seafood, di mana pengunjung bisa memilih langsung bahan segar dari akuarium dan menentukan cara memasaknya.

Tempatnya luas dan nyaman, cocok untuk keluarga besar atau acara spesial. Ketika malam tiba, suasananya semakin romantis dengan lampu-lampu di tepi laut dan angin sepoi-sepoi yang menambah selera makan.

Menu favorit di sini adalah kepiting lada hitam, kerang bambu saus tiram, dan ikan baronang bakar bumbu kecap. Semua disajikan dengan tampilan rapi dan cita rasa yang terjaga.

“Makan seafood di tepi laut itu seperti mengembalikan rasa laut ke rumah asalnya, sederhana tapi memuaskan di setiap suapan.”

Bandar Djakarta juga menyediakan menu minuman segar seperti es kelapa muda dan jus mangga, yang menjadi pendamping sempurna setelah menikmati hidangan pedas dan berbumbu kuat.


Keistimewaan Seafood 68 Santa dan Menu Andalan yang Wajib Dicoba

Kembali ke bintang utama daftar ini, Seafood 68 Santa menu memang punya daya tarik yang sulit disaingi. Banyak yang bilang, cita rasa di sini seperti racikan turun-temurun yang sudah mengakar. Tidak ada yang berlebihan, tapi semuanya terasa pas.

Salah satu menu yang paling banyak dicari adalah kepiting saus padang. Kepiting besar dimasak dengan saus merah kental, perpaduan antara cabai, bawang, dan rempah khas Indonesia. Rasa pedasnya tajam, tapi tidak menutupi rasa manis alami dari daging kepiting.

Selain kepiting, menu udang telur asin di sini juga wajib dicoba. Udangnya digoreng hingga renyah lalu dilumuri saus telur asin yang gurih dan sedikit creamy. Kombinasi teksturnya membuat siapa pun ingin tambah nasi.

“Setiap kali makan udang telur asin di Seafood 68 Santa, rasanya seperti pertama kali jatuh cinta, tak pernah bosan meski sudah sering datang.”

Cumi saus mentega juga menjadi favorit. Bumbunya kental, sedikit manis dengan aroma bawang putih dan kecap asin yang menyatu sempurna. Sementara bagi penggemar kerang, kerang hijau saus tiram di sini bisa dibilang salah satu yang terbaik di Jakarta.

Bagi yang ingin mencoba sesuatu yang lebih ringan, ikan bakar rica adalah pilihan tepat. Daging ikannya lembut dan tidak kering, bumbunya meresap hingga ke tulang, dan sambalnya membuat lidah menari.

Seafood 68 Santa juga dikenal karena porsinya yang besar dan harga yang terjangkau. Cocok untuk makan berdua, keluarga, atau bahkan rombongan teman. Meski tempatnya sederhana, kualitas rasa yang ditawarkan bisa bersaing dengan restoran mahal.


Budaya Makan Seafood di Jakarta yang Tak Pernah Surut

Seafood selalu punya tempat khusus dalam budaya kuliner Jakarta. Bagi banyak orang, makan seafood bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga momen sosial. Biasanya dinikmati ramai-ramai, diletakkan di tengah meja, dan disantap bersama tangan, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemukan di restoran lain.

Bau asap bakaran, suara panci tumis, dan percikan saus pedas menjadi bagian dari pengalaman yang otentik. Inilah yang membuat kedai seafood tenda seperti 68 Santa tetap bertahan meskipun banyak restoran modern bermunculan.

“Kedai seafood itu tempat di mana formalitas ditinggalkan di pintu masuk. Yang tersisa hanya rasa, tawa, dan napas panas dari piring yang baru saja disajikan.”

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana masyarakat kota besar masih mencari keaslian rasa di tengah modernisasi. Mereka rela antre panjang di tenda pinggir jalan demi merasakan rasa laut yang jujur dan otentik.

Dari semua tempat yang disebutkan, Seafood 68 Santa mungkin menjadi ikon paling kuat dari semangat itu. Tidak butuh lampu kristal atau dekorasi mahal, cukup meja sederhana, piring nasi panas, dan saus pedas yang membakar lidah — itulah kebahagiaan sederhana yang sulit tergantikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *