Kota Depok tak lagi sekadar kota penyangga Jakarta. Dalam satu dekade terakhir, kota ini tumbuh menjadi pusat kuliner di Depok yang berwarna dengan ragam pilihan makanan yang menggoda. Dari jajanan kaki lima hingga restoran berkonsep modern, semuanya hadir dengan cita rasa khas yang mencerminkan keberagaman masyarakatnya. Menariknya, perkembangan kuliner di Depok kini tidak hanya terkonsentrasi di Margonda atau Cinere saja. Kawasan seperti Bojongsari mulai menunjukkan geliat kuliner yang tak kalah menarik. Banyak tempat makan di Bojongsari menawarkan suasana tenang, pemandangan hijau, dan hidangan rumahan yang menggugah selera.
“Depok itu kota yang tak pernah berhenti lapar, dan di setiap sudutnya ada rasa yang menunggu untuk ditemukan.”
Berikut ini lima kuliner di Depok yang wajib Anda coba, termasuk beberapa tempat makan di Bojongsari yang kini sedang naik daun.
1. Pondok Laras Bojongsari, Resto Keluarga dengan Suasana Alam yang Asri
Kalau bicara tentang tempat makan di Bojongsari, nama Pondok Laras hampir pasti disebut lebih dulu. Tempat ini sudah lama dikenal sebagai salah satu restoran keluarga paling favorit di Depok. Lokasinya berada di Jalan Raya Bojongsari, dan suasananya benar-benar seperti oase di tengah hiruk-pikuk kota.
Begitu masuk, pengunjung akan disambut oleh deretan saung bambu di tepi kolam ikan. Suara gemericik air dan semilir angin dari pepohonan membuat suasana makan terasa begitu damai. Tak heran kalau banyak keluarga datang ke sini bukan hanya untuk makan, tapi juga bersantai seharian.
Menu andalan di Pondok Laras adalah gurame bakar madu, udang saus Padang, dan ayam goreng kremes. Semua disajikan dalam porsi besar dengan sambal yang pedasnya pas. Bagi pecinta seafood, cumi goreng tepung di sini juga juara, renyah di luar dan lembut di dalam.
“Kuliner di Depok, makan di Pondok Laras itu seperti liburan singkat. Bukan hanya kenyang, tapi juga tenang.”
Selain makan di tempat, Pondok Laras juga sering jadi lokasi acara keluarga, arisan, atau pernikahan sederhana karena suasananya yang alami dan pelayanan yang ramah.
2. Nasi Bebek Sinjay Depok, Cita Rasa Madura yang Melegenda

Tidak perlu jauh ke Madura untuk menikmati bebek goreng gurih dengan sambal pencit yang menyengat. Di kawasan Grand Depok City, Anda bisa menemukan Nasi Bebek Sinjay, cabang dari kuliner di Depok yang legendaris asal Bangkalan, Madura.
Meski tempatnya sederhana, antrean di sini hampir tidak pernah sepi, terutama di jam makan siang. Kelezatan bebek goreng Sinjay terletak pada bumbu khasnya yang meresap hingga ke tulang. Kulitnya garing, tapi dagingnya tetap empuk dan tidak amis.
Yang membuat menu ini berbeda adalah sambal pencit sambal berbahan dasar mangga muda yang pedas dan segar. Saat disantap bersama nasi hangat dan bebek goreng, rasanya benar-benar meledak di mulut.
“Sambal pencit Sinjay itu seperti petir kecil di lidah, pedas tapi bikin rindu.”
Harga di sini juga cukup terjangkau. Dengan sekitar Rp35 ribu per porsi, Anda bisa menikmati hidangan bebek khas Madura yang legendaris tanpa perlu menyeberang pulau.
3. Warung Pasta Margonda, Tempat Favorit Mahasiswa yang Tak Pernah Sepi
Tak lengkap bicara kuliner di Depok tanpa menyebut kawasan Margonda. Di jalan utama ini, ada satu tempat yang sejak lama menjadi favorit mahasiswa, yaitu Warung Pasta. Tempat ini berhasil memadukan konsep casual dining dengan harga yang ramah di kantong.
Suasana Warung Pasta sangat hangat dan santai. Desain interiornya penuh mural warna-warni dan lampu redup yang menciptakan nuansa nyaman untuk nongkrong lama. Banyak pengunjung yang datang untuk bekerja dengan laptop atau sekadar berbincang dengan teman sambil menikmati sepiring pasta.
Menu yang wajib dicoba di sini tentu saja Spaghetti Creamy Mushroom, Lasagna Beef, dan Pizza Tuna Melt. Rasanya tidak kalah dengan restoran Italia besar. Untuk minuman, Lychee Tea dan Choco Mint Frappe jadi favorit banyak pengunjung.
“Warung Pasta bukan cuma tempat makan, tapi tempat banyak cerita mahasiswa Depok lahir dan tumbuh.”
Lokasinya yang strategis dekat kampus Universitas Indonesia menjadikan tempat ini salah satu ikon kuliner di Depok untuk anak muda..
4. Kopi Nako Depok, Perpaduan Modern dan Tradisional

Beberapa tahun terakhir, Kopi Nako menjadi fenomena tersendiri di dunia kopi Indonesia, termasuk di Depok. Cabangnya di kawasan Margonda selalu ramai, terutama di sore hingga malam hari. Suasana minimalis dengan dominasi kaca dan warna putih membuatnya terasa modern, namun tetap hangat dengan sentuhan budaya lokal.
Menu andalannya tentu saja Es Kopi Nako, campuran kopi susu dengan rasa manis yang lembut dan aroma kopi yang kuat. Selain itu, ada juga Kopi Babeh untuk penyuka rasa klasik yang lebih pahit, serta Kopi Dalgona Nako yang lebih ringan.
Kuliner di Depok, Nasi Ayam Sambal Matah dan Mie Nako Sambal Ijo menjadi menu favorit. Semuanya disajikan cepat, dengan rasa rumahan yang tetap modern.
“Kopi Nako seperti jembatan antara generasi tua dan muda di satu meja, kamu bisa lihat ayah, anak, dan cucu menikmati kopi yang sama dengan alasan yang berbeda.”
Kopi Nako Depok juga punya area outdoor luas dengan pepohonan rindang, cocok untuk bersantai di sore hari sambil menikmati udara kota yang mulai sejuk menjelang malam.
5. Saung Talaga Bojongsari, Kuliner Tradisional di Pinggir Danau
Masih di kawasan Bojongsari, satu lagi tempat makan yang wajib dikunjungi adalah Saung Talaga. Seperti namanya, restoran ini berada di tepi danau kecil yang menambah nuansa alami dan damai.
Begitu duduk di saung bambu yang mengapung di atas air, Anda akan disuguhi pemandangan yang menenangkan. Angin sejuk, suara serangga, dan gemericik air membuat pengalaman makan di sini terasa seperti kembali ke kampung halaman.
Menu Saung Talaga didominasi oleh hidangan tradisional Sunda. Ada nasi liwet, ayam kampung bakar, sayur asem, tahu tempe goreng, hingga lalapan segar. Namun yang paling spesial adalah ikan gurame bakar kecap yang disajikan panas-panas dengan sambal dadak.
“Rasanya seperti makan di rumah nenek di kampung, hangat, sederhana, tapi meninggalkan kenangan yang panjang.”
Selain menjadi tempat makan, Saung Talaga juga menawarkan pengalaman memancing. Pengunjung bisa menangkap ikan sendiri di kolam, lalu meminta dapur untuk mengolahnya sesuai selera. Ini jadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.
Bojongsari, Permata Kuliner di Depok
Selama ini, banyak orang hanya mengenal Margonda dan Cinere sebagai pusat kuliner di Depok. Namun kawasan Bojongsari kini mulai menunjukkan potensinya sebagai destinasi makan baru. Lingkungannya yang masih asri membuat banyak pengusaha kuliner di Depok memilih membuka resto bernuansa alam di sini.
Tempat seperti Pondok Laras dan Saung Talaga menjadi contoh sukses bagaimana perpaduan antara cita rasa tradisional dan suasana alami bisa menjadi magnet bagi warga kota. Banyak juga kafe dan warung baru bermunculan dengan konsep modern tapi tetap ramah keluarga.
“Bojongsari itu seperti sisi tenang Depok. Tempat di mana kamu bisa makan enak sambil mendengar burung, bukan klakson.”
Kawasan ini memang punya daya tarik unik. Jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota, tapi atmosfernya jauh lebih rileks. Banyak warga Jakarta Selatan yang kini sengaja datang ke Bojongsari untuk makan sambil melepas penat.
Beberapa tempat makan di Bojongsari bahkan mulai dikenal karena hidangan khas mereka yang sulit ditemukan di tempat lain, seperti ikan bakar bumbu kuning khas Betawi, sate maranggi, dan aneka makanan Sunda dengan sambal dadak segar.
Ragam Kuliner di Depok yang Semakin Berwarna
Depok kini bukan lagi sekadar tempat persinggahan antara Jakarta dan Bogor. Kota ini tumbuh menjadi destinasi kuliner di Depok yang memiliki identitas kuat. Setiap wilayahnya menawarkan rasa yang berbeda Margonda dengan suasana urban, Cinere yang elegan, Sawangan yang ramah keluarga, dan Bojongsari yang menenangkan.
Kombinasi ini membuat Depok menarik bagi siapa pun dari mahasiswa pencinta kopi hingga keluarga yang mencari tempat makan bernuansa pedesaan.
“Setiap gigitan di Depok punya cerita, entah itu tentang masa muda, keluarga, atau sekadar rasa lapar yang disembuhkan oleh sambal dan nasi hangat.”
Kehadiran tempat makan di Bojongsari yang semakin beragam juga memperkuat posisi Depok sebagai kota kuliner. Di satu sisi ada resto besar dengan fasilitas lengkap, di sisi lain ada warung kecil dengan rasa luar biasa yang mengingatkan pada kehangatan rumah.
Dengan pilihan sebanyak ini, bisa dibilang kuliner di Depok dari modern hingga tradisional, dari kopi hingga sambal, dari Margonda hingga Bojongsari. Dan setiap suapan seolah menjadi bagian dari cerita panjang bagaimana kota ini tumbuh bukan hanya lewat gedung dan jalan, tapi lewat aroma dan rasa yang mengikat warganya dalam satu kesamaan cinta terhadap makanan enak.






