Wisata Kuliner Dalam Gang di Kota Jakarta, Berikut Daftarnya!

-

Wisata merupakan aktivitas menyenangkan yang kerap kali dilakukan seseorang untuk mengobati rasa penat akibat beban pekerjaan yang kian menumpuk. Ada banyak jenis wisata yang bisa dijalani seseorang, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religi, agrowisata hingga wisata bahari.

Masalahnya, tidak semua wisata yang disebutkan diatas bisa dilakukan di setiap kota yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, tentunya Anda tidak akan bisa berwisata bahari di kota yang tidak memiliki pantai, seperti Kota Bandung, Kota Solo serta Kota Bogor.

Baca juga: Cuma Ada di Bogor, 7 Kafe Outdoor dengan View Pegunungan

Akan tetapi, ada satu jenis wisata yang bisa dilakukan siapa saja dan di kota mana saja, yakni wisata kuliner. Yup, benar saja, saat ini kuliner sudah menjadi alternatif pilihan destinasi wisata bagi banyak orang. Terlebih jika Anda sedang berkunjung atau berlibur ke suatu daerah, jangan sampai berwisata kuliner tidak masuk dalam daftar itinerary Anda!

Hampir bisa dipastikan, setiap daerah di Indonesia memiliki destinasi wisata kuliner yang menarik untuk dikunjungi. Jogjakarta contohnya, daerah dengan sebutan kota pelajar ini punya surganya kuliner yang berada di Jalan Malioboro. Tidak mau ketinggalan juga pada Kota Bogor, Anda bisa berwisata kuliner di Jalan Suryakencana, yang kental akan nuansa pecinan.

Baca juga: Main ke Pecinan Bogor? Wajib Coba 5 Chinese Food ini

Selain kedua kota tersebut, Jakarta sebagai Ibukota Indonesia juga menyajikan berbagai macam tempat yang menarik untuk berwisata kuliner. Menariknya, tidak semua kawasan wisata kuliner di Jakarta berada di jalan-jalan besar, seperti di Jalan Sabang, kawasan Cikini, kawasan Kemang serta kawasan Kelapa Gading. Akan tetapi, ada juga gang-gang di Jakarta yang disulapnya menjadi kawasan wisata kuliner.

Apa sajakah itu? Dikutip dari laman cnnindonesia.com, yuk kita ulas satu persatu!

Wisata Kuliner yang Kental Nuansa Tionghoa: Gang Gloria

source : the jakarta post

Siapa bilang wisata kuliner di dalam gang itu membosankan dan tidak mengasyikan? Coba saja datang ke Gang Gloria yang berada di kawasan Glodok, Jakarta Barat! Dijamin, pemikiran tersebut akan luntur dengan sendirinya saat Anda masuk ke kawasan ini.

Gang Gloria memang terkenal dengan banyaknya jajanan lezat dengan harga yang terbilang ramah dikantong. Terlebih, karena nuansa Pecinan yang begitu kental, membuat gang ini bukan hanya sebagai pusat kuliner, melainkan juga sebagai pusat kebudayaan Etnis Tionghoa.

Baca juga: Makanan Khas Imlek dan Maknanya yang Perlu Anda Tahu!

Kendati demikian, bagi Anda yang muslim perlu hati-hati jika mencicipi makanan di kawasan ini. Karena ada beberapa kedai yang menyajikan makanan non halal.

Gang Gloria siap memanjakan lidah Anda dengan aneka kuliner lezat seperti Ketupat Gloria 65, Soto Betawi Nyonya Afung, Rujak Shanghai Encim serta Cakwe Gang Gloria. Namun, satu yang sama sekali tidak boleh ketinggalan saat Anda berkunjung ke Gang Gloria, yakni Kopi Es Tak Kie yang berdiri sejak 1927, sangat legendaris bukan?

Gang Kelinci yang Menyajikan Kuliner Legendaris

source : travel kompas

Gang di Kota Jakarta berikutnya yang terkenal akan wisata kulinernya adalah Gang Kelinci. Kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat kerap menyajikan cerita menarik untuk dibahas. Bukan hanya sebagai kawasan pusat perbelanjaan, kawasan ini juga menyajikan berbagai hidangan menarik untuk di coba, salah satunya adalah Gakmi Gang Kelinci.

Tahun 1957 atau lebih dari setengah abad lamanya, Bakmi Gang Kelinci hadir untuk memanjakan lidah para penggemarnya. Tak ayal, membuat kuliner ini disebut-sebut sebagai legendanya hidangan mi di Kota Jakarta.  

Baca juga: Makanan Legendaris di Pasar Mayestik

Lokasinya berada di sebuah gang mungil di kawasan pasar baru.  Jika Anda berencana mampir kesini, jangan lupa untuk memesan menu andalannya, yakni bakmi ayam. Dimana, bakmi dengan tekstur kenyal dilengkapi topping ayam kecap, ayam putih, sawi rebus serta jamur kecap. Membayangkannya saja sudah bikin perut lapar ya!

Bukan hanya itu, satu lagi jajanan legendaris yang wajib Anda cicipi saat mampir ke gang sempit ini, yakni Cakwe Ko Atek. Mulai berjualan pada 1971, rasa dan renyahnya cakwe buatan Ko Atek ini memang tiada duanya. Bahkan, banyak konsumen yang beranggapan, cakwe atau kue bantal tetap terasa renyah dan gurih, walaupun dalam keadaan sudah tidak hangat lagi.

Baca juga: Cakue Ko Atek, Jajanan Terkenal di Gang Kelinci Pasar Baru

Menyajikan Berbagai Macam Kuliner Lezat: Gang Kalimati

source : informasi wisata

Selain Gang Gloria, kawasan Glodok juga menyajikan gang lainnya yang disebut-sebut surganya kuliner lezat, yakni Gang Kalimati. Lantas, ada apa saja sih di gang ini?

Pertama, Anda wajib mencicipi Soto Tangkar Pak Jumanta yang sudah melegenda, dimana citarasa dan porsinya yang tidak pernah berubah sejak tahun 1971. Selain itu, masih banyak lagi kuliner yang sayang untuk dilewatkan, seperti ci cong fan atau makanan mirip kwetiau yang terbuat dari tepung beras dengan sedikit tambahan kanji, mi baskom serta mipan. Jangan lupa, segelas es cincau untuk menyegarkan kembali hari Anda.

Baca juga: Mipan, kuliner langka di Gang Gloria, Glodok

Wisata kuliner bukan satu-satunya aktifitas yang bisa lakukan di kawasan ini. Anda juga bisa berwisata sejarah dengan mengunjungi bangunan-bangunan klasik yang dilengkapi lampion khas Tionghoa, serta terdapat jembatan merah yang sangat cocok dijadikan background saat Anda berswafoto.

Menghadirkan Banyak Cerita Kuliner di Gang Mangga

source : tripadvisor

Terakhir, gang mangga yang berada di bilangan Jakarta Barat ini juga menghadirkan banyak cerita kuliner yang menarik untuk dibahas. Dikutip dari laman qraved.com, setidaknya ada 4 kuliner yang patut Anda cicipi, mulai dari Bakmi Suikiaw Aseng, Bubur Ayam Mangga Besar, Bakmi Gang Mangga serta Warteg Gang Mangga.

Khusus poin terakhir, ada cerita unik dibalik tersohornya kuliner bernama Warteg Gang Mangga. Selain buka setiap hari selama 24 jam, warteg yang berdiri sejak tahun 1978 ini juga dijuluki sebagai “warteg sultan”. Pasalnya, meski masuk kategori warteg, harga yang dibanderol terbilang cukup mahal. Satu porsinya berkisar di angka Rp 50.000 hingga Rp 70.000, sesuai lauk yang dipilih.

Namun demikian, Anda tidak perlu khawatir soal rasa. Meski harganya terbilang mahal untuk seukuran warteg, tetapi masalah rasa dan kualitas makanan tentunya berbeda jauh dengan warteg pada umumnya. Bahkan, menu yang disajikan pun sangat beragam, yakni lebih dari 40 menu atau lauk yang bisa Anda pilih.

KawanKAWN, baru saja kita bahas beberapa gang di Jakarta yang bisa Anda jadikan sebagai destinasi wisata kuliner. Namun, jika Anda memiliki opini atau masukan lainnya, jangan sungkan untuk tuliskan di kolom komentar ya! Terima kasih!