Lebaran Identik dengan Ketupat, Yuk Kenali Faktanya!

-

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu seluruh umat muslim, baik di Indonesia maupun masyarakat global. Seraya merayakan kemenangan setelah 1 bulan berpuasa, momen Lebaran dijalani dengan berbagai macam aktifitas positif, mulai dari sholat Idul Fitri, bermaaf-maafan, silaturahmi, mengenakan pakaian baru hingga saling mengirim parsel Lebaran.

Namun, selain semua yang disebutkan diatas, ada satu hal lagi yang sifatnya wajib untuk disiapkan, yakni hidangan khas Lebaran. Seperti kita ketahui, hidangan khas Lebaran begitu banyak jenisnya.

Baca juga: Makanan Biasa Terasa Spesial Di Hari Raya. Mengapa?

Menariknya, dikutip indonesiabaik, setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing. Jika masyarakat Manado kerap menyajikan ayam woku-woku, warga Palembang menyajikan lemang, berbeda dengan masyarakat Jakarta yang gemar mengonsumsi Semur Betawi saat Lebaran.

Baca juga: Mengenal Kuliner Khas Betawi, Orang Jakarta Wajib Tahu nih!

Kendati demikian, ada satu jenis makanan yang dibeberapa daerah selalu menyajikannya, yakni ketupat Lebaran. Berisikan nasi yang dibungkus daun kelapa, membuat makanan ini sifatnya mengenyangkan. Karena hal itulah, banyak yang menyandingkan makanan lainnya dengan ketupat, mulai dari gulai, opor, rendang serta sayur labu.

Mungkin Anda sudah sangat familiar dengan makanan khas Lebaran yang satu ini. Namun, apakah Anda sudah tahu faktanya?

Nah, dari pada menerka-nerka, yuk kita ulas saja beberapa fakta ketupat Lebaran. Dikutip dari beberapa sumber, berikut ulasannya.

Lebaran dengan Ketupat Merupakan Simbol Kebersamaan

source : bintang flobamora

Sebetulnya, ada beberapa tafsiran tentang ketupat Lebaran. Akan tetapi, menilik sebuah artikel dengan tajuk ketupat as traditional food of Indonesian culture menyebutkan, ketupat sebagai salah satu simbol kebersamaan atau hubungan timbal balik (memberi dan menerima).

Hal ini tercermin oleh perilaku masyarakat Indonesia saat merayakan hari Lebaran. Dimana, umat muslim saling berbagi makanan satu sama lainnya, dan satu-satunya makanan yang tidak pernah ketinggalan adalah ketupat Lebaran.

Baca juga: Olahan Daging Kambing, Lezat No Debat!

Sejarah Ketupat

source : umc

Ditulis laman pahamify, ketupat pertama kali muncul pada abad ke-15 di Tanah Jawa, tepatnya pada masa kerajaan Demak. Awal cerita, Sunan Kalijaga lah yang mengenalkan ketupat pada masa itu.

Dalam rangka menyebarkan agama Islam, Sunan Kalijaga mendapat pertentangan oleh masyarakat Jawa yang sudah memiliki kepercayaan sebelumnya, yang dikenal dengan istilah kejawen. Akhirnya, Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan budaya saat menyebarkan agama Islam, salah satunya dengan menggunakan ketupat.

Baca juga: Sejarah Perkembangan Agama Islam di Pulau Jawa, Berikut Bukti-Bukti Sejarahnya

Makna Dibalik Setiap Elemen Ketupat

source : nara bahasa

Ketupat terdiri dari nasi sebagai isiannya dan daun kelapa atau yang dikenal dengan sebutan janur sebagai pembungkusnya. Dikutip kumparan, ada makna dari setiap elemen yang ada pada ketupat. Dimana, nasi dianggap sebagai lambang nafsu, sedangkan janur merupakan akronim dari jatining nur, yang mana dalam bahasa Jawa artinya hati nurani.

Dari makna tersebut, lahirlah satu pandangan hidup yang bisa menjadi pegangan seseorang. Jadi, ketupat atau nasi yang dibungkus janur memiliki arti, “manusia harus menahan hawa nafsu dunia dengan hati nurani yang mulia”.

Populer Di Berbagai Negara Lainnya

source : tribun

Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang menjadikan ketupat sebagai makanan khas saat momen Lebaran. Dialah Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura, beberapa negara di Asia Tenggara yang populer akan ketupat Lebaran, kutip kumparan.

Baca juga: Ternyata Makanan Pokok dari Berbagai Negara Di Dunia Bukan Cuma Nasi Loh!

Punya Nama yang Beragam

source : dunia masak

Meski sangat terkenal dengan sebutan ketupat, nyatanya makanan khas Lebaran ini memiliki banyak variasi nama di tiap daerah. Dikutip laman pahamify, berikut daftarnya:

  1. Masyarakat Jawa dan Sunda menyebutnya dengan kupat.
  2. Masyarakat Bali menyebutnya dengan tipat.
  3. Masyarakat Minangkabau atau Sumatera Barat menyebutnya dengan katupek.
  4. Masyarakat Madura menyebutnya dengan katopak.
  5. Sedangkan masyarakat Makassar menyebut ketupat dengan katupa.

Baca juga: Lezat & Menggugah Selera, Berikut Hidangan Khas Makassar yang Wajib Anda Coba!

Nah, kalau di daerah Anda, mengenal ketupat dengan sebutan apa? Yuk tulis jawabannya di kolom komentar. Kami tunggu ya!