Bisnis Warteg Bisa Untung Berlipat dengan Tips Berikut!

-

Bisnis kuliner masih menjadi salah satu usaha yang digemari banyak orang sampai saat ini. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penjaja kuliner dengan berbagai macam jenis, mulai dari menjual camilan, minuman kekinian, makanan berat hingga kuliner khas daerah lainnya.

Baca juga: Ide Jual Makanan Khas Daerah Lain di DKI Jakarta

Selain jenisnya yang begitu beragam, konsep bisnisnya juga tentu berbeda-beda. Ada yang menjualnya dengan konsep kaki lima, kafe, restoran atau bahkan warung makan.

Salah satu bisnis kuliner yang berkonsep warung makan adalah Warung Tegal atau yang biasa dikenal dengan warteg. Warteg sendiri merupakan warung makan asal kota yang berada di Jalur Pantura Tegal.

Baca juga: Wahteg, Warteg Mewah di Tanjung Duren

Meski berasal dari tegal, bukan berarti makanan yang disajikan merupakan masakan khas Tegal. Melainkan makanan rumahan yang biasa dimasak para ibu-ibu untuk disajikan kepada keluarganya, seperti ayam goreng, sayur sop, capcay, telur balado, oseng kangkung serta tempe orek. Ciri khas dari warung makan ini adalah keberadaan etalase kaca yang memajang berbagai macam makanan tersebut.

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Olahan Tempe yang Ga Kalah Modern

Biasanya, warteg selalu dipenuhi konsumen pada jam-jam makan siang. Dimana, banyak karyawan atau pekerja yang mengobati rasa laparnya dengan seporsi nasi dan lauk-pauk khas sajian Warung Tegal.

Menariknya, selain di jam-jam makan siang, warteg juga selalu didatangi konsumen disetiap waktu, baik itu pagi, siang, sore atau malam. Bahkan, sampai-sampai ada warteg yang melayani pembelinya hingga 24 jam tanpa tutup sekalipun. Tentu saja, hal ini dilakukan untuk mendulang keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari bisnis warteg.

Baca juga: Omzet Warteg Kharisma Bahari Capai Rp7 juta Perhari

Tertarik menikmati cuan melimpah dari bisnis warteg? Yuk intip tips berikut agar sukses saat menjalankannya. Dikutip dari beberapa sumber, berikut ulasannya.

Bisnis Warteg Mengandalkan Harga Makanan yang Relatif Murah

source : pymnts

Bisa dibilang, target market bisnis warteg merupakan kalangan masyarakat menengah ke bawah. Pandangan ini sudah lama ada dan melekat pada citra warteg.

Oleh karena itulah, salah satu kunci untuk menarik konsumen agar mampir ke warteg adalah harga yang relatif murah. Jangan samakan warteg dengan rumah makan lainnya sekelas restoran atau kafe yang berani mematok harga mahal.

Biasanya, satu orang akan merogoh kocek tidak lebih dari Rp 15.000 untuk sekali makan di warteg. Dengan nominal tersebut, seseorang bisa makan nasi dengan kombinasi 1 lauk, 1 sayuran atau osengan serta 1 potong gorengan atau kerupuk.

Untuk minumannya, segelas air putih dan teh tawar hangat bisa Anda dapatkan dengan cara gratis. Sangat murah dan terjangkau memang. Oleh sebab itu, harga yang murah menjadi salah satu kunci sukses saat Anda membangun bisnis warteg.

Sediakan Variasi Lauk Pauk yang Beragam

source : dream

Selain harga, ini juga menjadi kunci sukses berikutnya saat Anda membangun bisnis warteg, yakni sediakan lauk pauk yang beragam. Diharapkan, hal ini menjadi alasan saat seseorang mampir pada warteg dengan variasi menu yang banyak.

Bukan hanya itu saja, sebaiknya berikan porsi yang cukup banyak saat seseorang memesan makanan. Biasanya, seseorang yang mampir di warteg bertujuan agar bisa makan kenyang, bukan hanya makan ringan layaknya nongkrong di kafe.

Baca juga: 5 Kafe atau Restoran dengan Nuansa Alam di Jakarta

Akan tetapi, langkah ini juga harus dibarengi dengan perhitungan yang matang. Jangan sampai Anda menderita kerugian karena kerap kali memberikan porsi yang banyak kepada semua pengunjung.

Kualitas Rasa Juga Menjadi Kunci Sukses Bisnis Warteg

source : iStock

Apalah artinya jika pilihan menu yang banyak namun tidak diimbangi dengan rasanya yang lezat. Tentunya, jangan berharap jika banyak konsumen tidak kembali ke warteg Anda.

Bukan hanya pada bisnis warteg, kualitas rasa yang lezat sudah menjadi harga mati bagi banyak pebisnis kuliner. Jadi, cobalah sediakan menu makanan yang lezat!

Perhatikan Kebersihan Warteg

source : pingpoint

Coba posisikan Anda sebagai pengunjung warteg. Saat Anda mampir pada sebuah warteg, Anda mendapati kesan yang kurang enak dihati Anda, yakni kondisi warteg yang kotor, bau dan tidak enak dipandang.  

Lantas, apa yang akan Anda lakukan kemudian? Tentunya wajar jika Anda tidak akan kembali lagi pada warteg tersebut ya!

Dari peristiwa ini Anda sudah bisa gambarkan dong! Kalau kebersihan juga menjadi tips sukses saat seseorang menjalani bisnis warteg.

Sehingga perlu, perhatikan kebersihan warteg secara berkala. Tidak lupa juga, selalu sigap membereskan piring bekas yang dipakai konsumen sebelumnya.

KawanKAWN, baru saja dibahas beberapa tips yang bisa dijalankan saat membangun bisnis warteg. Kualitas rasa yang enak, harga murah, porsi banyak serta kondisi warteg yang bersih merupakan kesempurnaan yang bisa diberikan kepada pelanggan Anda. Dijamin, konsumen akan rela kembali menikmati seporsi nasi dan lauk pauk pada warteg!

Akan tetapi, jika Anda salah satu pebisnis warteg yang sudah merasakan kesuksesan, boleh dong berbagi ceritanya di kolom komentar! Kami tunggu ya!