Expired Date dan Best Before pada Produk F&B, Yuk Kenali Perbedaannya

Bisnis301 Views

Setiap kali membeli makanan atau minuman kemasan, sebagian besar orang langsung mencari tulisan kecil di bagian bawah atau belakang kemasan yang berisi tanggal. Namun, tidak sedikit yang masih bingung membedakan antara expired date dan best before. Padahal, keduanya punya arti yang sangat berbeda dan bisa menentukan apakah produk tersebut masih aman dikonsumsi atau tidak.

Dalam industri makanan dan minuman (F&B), label tanggal bukan sekadar formalitas. Informasi tersebut menjadi bagian penting dari keamanan pangan dan juga kualitas produk. Produsen wajib mencantumkannya agar konsumen dapat mengetahui batas waktu terbaik suatu produk dikonsumsi.

“Banyak orang membuang makanan hanya karena tidak memahami perbedaan antara expired date dan best before.”


Apa Itu Expired Date dan Kenapa Penting

Sebelum membahas tentang best before, mari pahami dulu makna dari expired date. Istilah ini merujuk pada tanggal kedaluwarsa, yakni batas waktu di mana produk tidak lagi dijamin aman untuk dikonsumsi.

Jika Anda melihat tulisan “EXP 25/08/2025” pada kemasan makanan, itu berarti setelah tanggal tersebut, kualitas, rasa, bahkan keamanan produk bisa menurun drastis. Produk yang sudah melewati expired date berpotensi menimbulkan risiko kesehatan seperti keracunan makanan, karena kandungan di dalamnya mungkin sudah berubah secara kimiawi.

Biasanya, tanggal kedaluwarsa digunakan untuk produk yang memiliki umur simpan pendek atau produk sensitif terhadap waktu, seperti:

  • Susu dan produk olahan susu
  • Daging segar atau olahan
  • Obat-obatan dan suplemen
  • Makanan siap saji

Dalam industri F&B, pengawasan terhadap expired date menjadi bagian penting dari sistem manajemen mutu. Produsen biasanya menggunakan uji laboratorium dan simulasi penyimpanan untuk menentukan tanggal tersebut dengan akurat.

“Kedaluwarsa bukan sekadar tanggal di kemasan, tapi hasil dari proses ilmiah untuk menjamin keamanan konsumen.”


Best Before Adalah Penanda Kualitas, Bukan Keamanan

Berbeda dengan expired date, best before adalah penanda waktu di mana produsen menjamin kualitas terbaik dari produk tersebut, bukan batas aman untuk dikonsumsi. Artinya, setelah melewati tanggal best before, makanan atau minuman tersebut masih bisa dikonsumsi, asalkan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti perubahan warna, bau, atau rasa.

Contohnya, jika sebuah produk memiliki label “Best Before: 10/05/2025”, maka hingga tanggal tersebut, produsen menjamin bahwa rasa, aroma, dan tekstur produk masih dalam kondisi terbaik. Setelah lewat, kualitasnya bisa menurun, tapi belum tentu berbahaya.

Label best before biasanya digunakan untuk produk dengan umur simpan panjang, seperti:

  • Sereal dan biskuit
  • Minuman ringan atau teh kemasan
  • Makanan kaleng
  • Bahan kering seperti tepung, kopi, dan rempah

Hal inilah yang sering menjadi kesalahpahaman di masyarakat. Banyak orang langsung membuang makanan hanya karena melihat tanggal best before sudah lewat, padahal produk tersebut mungkin masih layak konsumsi.

“Produk yang melewati best before tidak selalu berbahaya, hanya saja tidak lagi berada pada kualitas terbaiknya.”


Perbedaan Utama antara Expired Date dan Best Before

Untuk lebih mudah memahami perbedaannya, mari kita lihat dari berbagai aspek penting dalam label makanan dan minuman.

AspekExpired DateBest Before
ArtiBatas aman konsumsiBatas kualitas terbaik
Setelah Lewat TanggalTidak aman dikonsumsiMasih bisa dikonsumsi jika kondisi baik
Biasanya Digunakan PadaProduk segar, susu, dagingProduk kering, kaleng, minuman
Dampak Jika MelewatiDapat menyebabkan gangguan kesehatanKualitas rasa, warna, dan aroma menurun
ContohSusu UHT, yogurt, sosisSereal, kopi bubuk, keripik

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kedua istilah tersebut memiliki fungsi yang sama penting, namun dengan fokus yang berbeda. Satu menjamin keamanan, satu lagi menjamin kualitas.

“Mengetahui perbedaan label bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga cara kita menghargai makanan dan menghindari pemborosan.”


Mengapa Banyak Orang Masih Bingung

Kebingungan antara expired date dan best before tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di banyak negara lain. Salah satu alasannya adalah kurangnya edukasi dari produsen dan konsumen.

Banyak label makanan hanya mencantumkan tanggal tanpa penjelasan tambahan. Akibatnya, masyarakat sulit membedakan mana yang masih aman dimakan dan mana yang sebaiknya dibuang.

Selain itu, beberapa produk menggunakan istilah lain seperti “Use By”, “Sell By”, atau “Consume Before”, yang semakin membuat masyarakat bingung. Padahal, istilah-istilah tersebut sebenarnya memiliki tujuan serupa, yaitu memberikan panduan konsumsi dan penyimpanan yang tepat.

“Konsumen modern harus lebih cerdas membaca label, karena satu tanggal bisa berarti perbedaan antara aman dan mubazir.”


Cara Menyimpan Produk agar Bertahan Lebih Lama

Baik produk dengan label expired date maupun best before, keduanya dapat bertahan lebih lama jika disimpan dengan benar. Penyimpanan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan.

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Simpan pada suhu sesuai petunjuk.
    Jika produk bertuliskan “Keep Refrigerated”, pastikan suhu kulkas tetap stabil di bawah 5°C.
  2. Jauhkan dari paparan sinar matahari langsung.
    Sinar matahari dapat mempercepat oksidasi dan menurunkan kualitas produk.
  3. Gunakan wadah tertutup rapat setelah dibuka.
    Produk seperti biskuit atau sereal cepat melempem jika terpapar udara.
  4. Gunakan metode FIFO (First In, First Out).
    Selalu gunakan produk yang lebih dulu dibeli agar tidak menumpuk dan melewati tanggal kedaluwarsa.
  5. Perhatikan perubahan fisik.
    Jika terdapat bau tidak sedap, jamur, atau perubahan warna, sebaiknya jangan dikonsumsi walau tanggalnya masih berlaku.

“Tanggal hanyalah panduan, tapi mata dan hidung kita tetap menjadi alat deteksi paling akurat.”


Dampak Sosial dan Ekonomi dari Salah Tafsir Tanggal Produk

Masalah pemahaman terhadap tanggal pada produk F&B ternyata memiliki dampak besar. Menurut penelitian dari FAO (Food and Agriculture Organization), jutaan ton makanan dibuang setiap tahun karena salah paham terhadap label tanggal.

Konsumen sering kali langsung membuang makanan hanya karena melewati tanggal best before, padahal produk tersebut masih bisa dikonsumsi dengan aman. Hal ini menyebabkan pemborosan pangan (food waste) yang berdampak besar pada ekonomi dan lingkungan.

Di sisi lain, produsen juga bisa mengalami kerugian karena persepsi negatif dari konsumen terhadap produk yang mendekati tanggal tersebut. Untuk mengatasi hal ini, beberapa negara sudah mulai mengedukasi masyarakat agar lebih memahami label tanggal dengan benar.

“Masalah kecil di label bisa jadi penyebab besar dalam rantai pemborosan pangan global.”


Regulasi Tentang Label Tanggal di Indonesia

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), telah mengatur kewajiban pencantuman tanggal pada produk makanan dan minuman dalam kemasan.

Menurut Peraturan Kepala BPOM Nomor 31 Tahun 2018, setiap produk wajib mencantumkan Tanggal dan Kode Produksi, serta Tanggal Kedaluwarsa atau Best Before sesuai jenis produknya.

BPOM juga menegaskan bahwa produsen tidak boleh mencantumkan tanggal secara sembarangan. Mereka harus melalui uji stabilitas produk untuk menentukan masa simpan secara ilmiah.

Konsumen diimbau untuk tidak membeli produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, meski dijual dengan harga diskon. Namun, untuk produk dengan label best before, keputusan ada di tangan konsumen asalkan produk disimpan dengan baik dan tidak rusak secara fisik.

“Edukasi label adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya produsen, tapi juga konsumen dan pemerintah.”


Peran Teknologi dalam Mengelola Tanggal Produk

Di era digital seperti sekarang, banyak perusahaan F&B yang mulai memanfaatkan teknologi untuk memastikan manajemen tanggal produk berjalan efektif.

Aplikasi kasir dan sistem inventori modern, seperti yang digunakan oleh restoran atau minimarket besar, kini dilengkapi dengan fitur manajemen stok otomatis. Sistem ini dapat memberikan peringatan ketika produk mendekati tanggal best before atau expired date.

Selain itu, teknologi blockchain juga mulai diterapkan untuk memastikan keaslian data produksi dan tanggal kedaluwarsa. Setiap produk memiliki jejak digital yang transparan dan tidak bisa diubah.

“Teknologi tidak hanya membantu menjual produk lebih cepat, tapi juga memastikan produk yang dijual tetap aman dan berkualitas.”


Edukasi Konsumen, Kunci Mengurangi Food Waste

Salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat adalah melalui edukasi. Baik melalui media sosial, label yang lebih jelas, maupun kampanye publik tentang pentingnya memahami perbedaan antara best before dan expired date.

Kampanye ini juga bisa dikaitkan dengan gaya hidup zero waste, di mana masyarakat diajak untuk mengurangi limbah makanan dengan cara lebih cerdas memilih, menyimpan, dan mengonsumsi produk.

Beberapa toko bahkan sudah mulai menerapkan program “smart discount” di mana produk yang mendekati best before dijual dengan harga lebih murah untuk mengurangi limbah.

“Ketika konsumen memahami makna di balik label, mereka tidak hanya menjadi pembeli, tapi juga penjaga keberlanjutan.”


Kesadaran Baru di Era Pasca Pandemi

Pandemi COVID-19 membawa perubahan besar dalam perilaku konsumen. Banyak orang mulai lebih peduli terhadap keamanan dan kualitas makanan, serta lebih berhati-hati dalam membaca label.

Tren ini sebenarnya positif. Masyarakat kini mulai menyadari bahwa memahami informasi pada kemasan adalah bagian dari gaya hidup sehat dan bertanggung jawab. Namun, tantangan baru juga muncul karena peredaran produk online yang semakin luas.

Konsumen perlu memastikan bahwa produk yang dibeli secara daring masih berada dalam masa simpan yang aman, apalagi untuk produk F&B yang dikirim lintas daerah.

“Membaca label kini bukan sekadar kebiasaan, tapi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga.”


Antara Kualitas dan Keamanan: Keseimbangan dalam Dunia F&B

Bagi pelaku bisnis F&B, memahami perbedaan antara expired date dan best before bukan hanya penting untuk kepatuhan hukum, tetapi juga untuk menjaga reputasi dan kepercayaan konsumen.

Produsen yang transparan dalam memberikan informasi akan lebih dipercaya. Sementara itu, konsumen yang teredukasi akan menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang sehat.

Dunia makanan dan minuman tidak hanya tentang rasa dan tampilan, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap kualitas dan keamanan. Label tanggal hanyalah sebagian kecil dari hal besar yang disebut kepercayaan konsumen.

“Di balik setiap tanggal di kemasan, ada komitmen produsen untuk menjaga rasa aman di setiap suapan.”