Kolaborasi Bisnis: Peluang Mengglobalkan Brand

-

Kolaborasi bisnis antara dua brand besar dunia menjadi isu perbincangan hangat selama satu minggu terakhir. Yaitu kolaborasi antara restoran cepat saji McDonald's dan boyband asal Korea Selatan, BTS. Keduanya diberitakan mendulang kesuksesan besar akibat kolaborasi bisnis berskala global ini.

Baca juga: Brand Ambassador, Kenali Pentingnya Terhadap Sebuah Bisnis

Sejarah mencatat bahwa McDonald’s Corporation sudah berdiri sejak 1940 di Amerika Serikat. Restoran cepat saji ini terkenal dengan produk hamburger, burger keju, kentang goreng, produk ayam, sarapan, minuman ringan, dan lain sebagainya. Pada tahun 2018, McDonald’s tercatat sebagai  rantai restoran terbesar di dunia berdasarkan pendapatan sebesar US $5,9 miliar, dengan pendapatan tahunan US $ 21,0 miliar dan diperdagangkan lebih dari US $145 per saham.

BTS singkatan dari Bangtan Sonyeondan atau “Beyond The Scene” merupakan boyband yang berasal dari Korea Selatan yang memulai debutnya sejak 2013. BTS dijadikan sebagai ikon global yang berhasil memberikan pengaruh positif dengan berbagai kampanye seperti “LOVE MYSELF” hingga pidato “Speak Yourself” di PBB. BTS juga berhasil menghasilkan pendapatan yang luar biasa dari penjualan album, tiket tur keliling dunia, hingga berbagai penghargaan bergengsi kelas dunia lainnya.

Baca juga: Influencer vs Brand Ambassador, Berikut Perbedaan dari Keduanya

Setelah kita melihat latar belakang kedua brand di atas, kini saatnya melihat dampak yang dihasilkan dari kolaborasi bisnis di antara keduanya, terutama secara finansial. Berikut rangkumannya untuk Anda.

Kolaborasi Bisnis, Hasilkan Antusiasme Global

Source: sindonews.net

Kolaborasi bisnis ini memang sudah diprediksi akan menghasilkan antusiasme tinggi di kalangan ARMY (fans BTS). Namun, siapa yang menyangka bahwa antusiasmenya ternyata melebihi ekspektasi. Di Indonesia sendiri, pada hari peluncuran BTS meal, hampir seluruh gerai McDonald’s diserbu oleh ARMY maupun non-ARMY yang memesan secara drive thru maupun ojek online.

Efek dari membludaknya pesanan ini adalah ARMY maupun driver ojol harus rela mengantre berjam-jam. Selain itu, pelayan McDonald’s mengaku kewalahan untuk melayani pesanan kolaborasi McD X BTS ini. Bahkan, fenomena ini menarik perhatian pemerintah setempat untuk menertibkan kerumunan driver ojol dan pembeli yang memesan secara drive thru.

Baca juga: WEF 2020, Investor Asing Antusias Bisnis Digital Indonesia

Raup Penjualan yang Semakin Besar

Source: freepik.com

Boyband yang digawangi oleh RM dan kawan-kawannya ini memang diakui memiliki basis penggemar terbesar di dunia. Peluncuran BTS meal secara otomatis akan mendorong ARMY mensukseskan kolaborasi ini. Karena seperti yang diketahui, ARMY secara loyal akan membeli merchandise apapun yang dikeluarkan oleh manajemen BTS.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Korea Times, hasil dari kolaborasi dua brand ini BTS menerima pembayaran sebesar 3-5 miliar won atau sekitar Rp 38,4- Rp 64 miliar di pasar domestik (Korea). Bayangkan saja BTS meal ditujukan untuk 50 negara di seluruh dunia. Sehingga, prediksi angka yang akan diterima oleh BTS sekitar 10 miliar won (sekitar Rp 128 milar) dari BTS meal tersebut. Angka yang fantastis bukan?

Baca juga: 5 Bisnis F&B dengan Modal 10 Juta aja, Wajib dicoba!

Donasi Untuk Pengemudi Ojol

Source: kitabisa.com

Cerita lain dari dampak kolaborasi bisnis dua brand dunia ini adalah sisi humanisme. Seperti yang diketahui, untuk bisa mendapatkan satu buah BTS meal, banyak driver ojol yang harus mengantre minimal 2 jam lamanya. Besarnya pengorbanan waktu yang dilakukan, menggerakan hati para ARMY untuk mengapresiasi para driver ojek online.

ARMY melakukan aksi solidaritas peduli driver ojek online melalui Kita Bisa dengan kampanye “ARMY bantu Ojol”. Semua ini dilakukan selain dalam rangka apresiasi ojek online juga untuk merayakan hari jadi BTS yang ke-8. Tidak main-main nominal yang terkumpul dari aksi solidaritas ini sejumlah ratusan juta rupiah. Wow, kolaborasi bisnis yang sungguh menginspirasi.

Baca juga: BTS Meal Jadi Fenomena, ARMY Kumpulkan Donasi Ratusan Juta Rupiah untuk Ojol

Banyak lesson learned yang bisa diambil dari fenomena ini, salah satunya adalah jangan lagi meremehkan kekuatan kolaborasi. Double power is more powerful than single power, right? Tapi dibutuhkan persiapan dan strategi yang matang berkolaborasi. Karena jika tidak matang, kolaborasi itu hanya akan membuang-buang sumber daya yang ada.

Kira-kira bagaimana menyusun strategi yang matang sebelum berkolaborasi? Atau sejauh apa urgensi sebuah brand untuk berkolaborasi di era revolusi industri 4.0 saat ini? Penjelasan lebih jauh tentang kolaborasi bisnis akan dibahas di artikel KAWN berikutnya. Terima kasih sudah membaca ya KawanKAWN.