Cross Selling: Strategi Efektif untuk Meningkatkan Penjualan, Berikut Cara Menerapkannya!

-

Cross selling menjadi salah satu strategi marketing yang cukup efektif untuk meningkatkan penjualan. Kondisi ini membuat banyak pebisnis tertarik menerapkan strategi ini.

Mungkin bagi sebagian orang atau dari sisi pembeli cukup asing dengan istilah cross selling ini. Namun, strategi cross selling sudah sangat sering kita jumpai dalam transaksi jual beli.  

Lantas, apa itu cross selling? Dikutip glints, cross selling merupakan tindakan untuk mendorong pembelian apa pun yang berhubungan dengan produk utama.

Contoh sederhananya seperti ini, jika Anda sebagai pembeli yang telah membeli ikan hias pada sebuah kios. Biasanya dari sang penjual akan menawarkan produk pendamping atau pelengkap lainnya, mulai dari akuarium, filter air, pakan ikan hingga aksesoris akuarium. Disadari atau tidak, dalam kasus ini sang penjual sedang melakukan strategi cross selling terhadap konsumennya.

Baca juga: Ikan Hias, Satu Lagi Bisnis yang Sedang Meroket Di Masa Pandemi

Untuk itu, adakah tips jitu bagi pebisnis untuk menerapkan cross selling agar strategi ini dapat berjalan dengan baik? Dikutip dari beberapa sumber, berikut ulasannya.

Cross Selling Mengharuskan Penjual Memahami Kebutuhan Konsumen

source : canva

Satu tips yang wajib Anda lakukan sebelum menawarkan cross selling kepada konsumen yang datang, yakni ketahui kebutuhannya. Pasalnya, tidak semua konsumen yang datang membutuhkan atau cocok dengan cross selling yang Anda tawarkan.

Contoh kasusnya seperti ini, jika ada konsumen datang ingin membeli handphone yang hanya digunakan untuk bertelepon atau mengirim pesan saja. Untuk itu, janganlah Anda menawarkan kepada konsumen tersebut ragam aksesoris yang sifatnya tidak dibutuhkannya, seperti tongsis, stick gamepad maupun aksesoris games lainnya. Sudah pasti sang konsumen akan menolak cross selling yang Anda tawarkan.

Selain itu, penting bagi Anda untuk mengetahui profil dari konsumen. Pasalnya, dengan mengetahui profil konsumen dan mempelajari kecenderungannya saat berbelanja, tentunya akan lebih mudah untuk memberikan saran produk lainnya.

Baca juga: 5 Manfaat Memahami Perilaku Konsumen Terhadap Perkembangan Bisnis

Kuasai Product Knowledge

source : canva

Basic but very important, mungkin ini ungkapan yang bisa menggambarkan tentang product knowledge pada sebuah produk atau barang yang akan dijual. Menguasai product knowledge juga menjadi salah satu tips dalam melancarkan strategi cross selling.

Dengan menguasai product knowledge, Anda bisa menjelaskan secara gamblang tentang produk yang ditawarkan ke konsumen. Baik itu produk utama yang dibeli, maupun produk tambahan yang ditawarkan.

Terapkan Diskon

source : canva

Tips berikutnya dalam menerapkan cross selling adalah dengan cara memberikan diskon kepada konsumen yang melakukan pembelian dalam kuantitas lebih banyak. Contohnya seperti ini, Anda menjual pakaian dengan harga Rp 35.000, maka Anda bisa memberikan penawaran menarik dengan cara memberikan diskon untuk pembelian tiga pakaian dengan harga Rp 100.000 saja.

Dengan cara ini, sang konsumen bisa saja membeli pakaian berupa baju, celana maupun pakaian dalam secara bersamaan. Tanpa disadari oleh konsumen, bahwa teknik cross selling dalam transaksi itu sedang berjalan.  

Baca juga: Terapkan 5 Jenis Diskon ini, Dijamin Konsumen Bakal Happy

Berikan Harga yang Sesuai

source : canva

Selanjutnya, tentukan harga yang sesuai agar strategi cross selling dapat berjalan dengan baik. Anda harus bisa memahami bahwa cross selling adalah memberikan penawaran produk agar pelanggan bisa membeli produk tambahan.

Perlu Anda catat, tentunya konsumen tidak akan bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk produk tambahan yang Anda tawarkan. Artinya, produk tambahan yang Anda tawarkan tidak boleh lebih mahal dari produk utama yang dibeli oleh konsumen.

Baca juga: Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual Produk Agar Tidak Rugi?

Teknik Cross Selling Terhadap Penjualan Online dan Offline

source : canva

Terakhir namun cukup penting untuk Anda catat. Bahwa, cara kerja penjualan online maupun offline itu berbeda, sehingga penerapan strategi cross selling pun juga berbeda. Kunci dalam menjalankan strategi ini terletak pada saat proses menawarkan kepada konsumen.

Karena dalam penjualan offline akan terjadinya komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli. Untuk itu, sang penjual wajib menguasai ilmu komunikasi secara verbal dengan sangat baik. Sedangkan, penerapan cross selling terhadap penjualan online, mewajibkan sang penjual memiliki kemampuan copywriting yang sangat baik. Tentunya, cara ini dilakukan agar pelanggan tertarik dengan tawaran Anda.

KawanKAWN, itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan saat menjalankan strategi cross selling. Namun, jika Anda memiliki pandangan lainnya tentang strategi ini, jangan sungkan-sungkan untuk memberikan komentarnya ya!

Aplikasi kasir online KAWN merupakan pendamping bisnis yang bisa diandalkan. Hadir dengan berbagai macam fitur-fitur unggulan, aplikasi kasir online KAWN mampu memudahkan operasional bisnis, mulai dari pencatatan penjualan secara lengkap, pencatatan stok hingga mengelola banyak cabang. Bagaimana, tertarik merasakan manfaat dari aplikasi kasir online KAWN juga? Silahkan klik disini untuk merasakan free trial selama 15 hari ya!