Cara UMKM Beradaptasi Di Tengah Perubahan Aturan PPKM

-

Cara UMKM bertahan di tengah pandemi memang berbeda-beda. Ada yang tetap bertahan dengan semua sumber daya yang dimilikinya. Tapi, ada juga diantaranya yang terpaksa gulung tikar karena faktor satu dan lain hal.

Apakah Anda salah satu penggiat UMKM? Atau Anda memiliki kerabat yang sedang berjuang sebagai UMKM di tengah pandemi? Bagaimana cara Anda atau UMKM tersebut bertahan sampai saat ini?

Baca juga: Aplikasi Penunjang Bisnis Online Selama PPKM Darurat

KAWN sangat mengapresiasi berbagai bentuk cara UMKM di Indonesia untuk bertahan meskipun kondisinya memang tidak mudah. Melihat kondisi ini, aplikasi kasir KAWN turut berkontribusi dalam mendukung UMKM, yaitu dengan gerakan #KAWNBersamaUMKM. Promosi ini dilakukan KAWN melalui sosialisasi media sosial.

Seperti yang dilansir oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bahwa UMKM merupakan pilar penting bagi perekonomian di Indonesia, sehingga semua lapisan masyarakat serta pemerintah sebagai penentu kebijakan juga memiliki andil besar untuk keberlangsungan UMKM di Indonesia. Fakta yang menarik bukan?

Baca juga: Omset Penjualan Terancam Selama PPKM Darurat? Ikuti Langkah Berikut!

Nah, sekarang tinggal bagaimana cara UMKM untuk beradaptasi di tengah perubahan aturan PPKM yang terus berubah-ubah dari waktu ke waktu? Mari kita simak bersama, berikut penjelasannya.

Cara UMKM Bisa Dengan Mendiversifikasikan Produk

Source: Canva

Cara ini biasanya dilakukan oleh UMKM untuk mengembangkan bisnis yang sedang berjalan. Tindakan diversifikasi pun memiliki tujuan lain, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada sebelumnya. Namun apakah dua tujuan tersebut berlaku saat pandemi?

Dengan sedikit mengubah cara pandang usaha, diversifikasi pun bisa dilakukan dengan tujuan untuk memvariasikan jenis maupun kemasan produk yang selama ini dijual. Misal, jika sebelumnya Anda hanya menjual produk dengan ukuran besar, maka coba buat dalam ukuran yang lebih kecil sehingga harga belinya pun bisa lebih terjangkau oleh pelanggan.

Baca juga: Diversifikasi Produk, Strategi Efektif Untuk Mengembangkan suatu Bisnis

Mau Tidak Mau Harus Melek Digital

Source: Canva

Digital menjadi salah satu kunci penting pemasaran saat ini. Sehingga, mau tidak mau, suka tidak suka, Anda memang harus masuk ke dalam dunia digital. Mengapa demikian?

Pandemi menyebabkan pemerintah harus membatasi kegiatan sosial masyarakat. Dengan adanya kebijakan ini, cara masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya melalui media teknologi digital. Seperti berbelanja di marketplace, layanan jasa antar online, hingga pemanfaatan media sosial.

Selain itu, manfaat lain pemasaran secara digital ternyata mampu menjangkau pasar atau pelanggan yang lebih luas lagi. Seperti yang dilansir dari katadata.co.id bahwa pemerintah menargetkan UMKM Indonesia dapat go digital pada tahun 2023.

Baca juga: Apa Itu Digitalisasi Serta Perannya di Dunia Bisnis dan Industri

Sadar Diri Atas Kondisi Keuangan

Source: Canva

Dengan menurunkan pendapatan usaha, Anda sebagai pebisnis UMKM harus cepat memutar otak untuk mengurangi biaya operasional sehari-hari. Berbagai cara pemasaran atau promosi yang selama ini berbayar, hentikan untuk sementara waktu. Begitupun biaya akomodasi untuk membeli bahan baku, serta pengeluaran lainnya.

Disinilah peran digital bekerja. Dengan memanfaatkannya secara optimal, dapat mengurangi beban keuangan bisnis Anda. Misalnya, biaya sewa tempat, dapat Anda simpan dengan membuka toko secara online di marketplace.

Baca juga: Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil, Pelajari Hal Ini

Tiga cara di atas, dapat membantu Anda sebagai pebisnis UMKM agar terus bisa beradaptasi di tengah perubahan aturan PPKM. Cara manakah yang sudah Anda implementasikan? Silahkan berbagi cerita Anda di kolom komentar.

Sampai jumpa di artikel menginspirasi lainnya. Salam sukses dan sehat selalu. Aplikasi kasir KAWN, satu harga untuk berbagai fitur unggulan.