5 Strategi Bisnis Ritel untuk Menghadapi New Normal

-

Saat ini seluruh lapisan masyarakat sedang memikirkan bagaimana dapat bertahan di tengah wabah pandemi COVID-19, penyebaran yang cukup cepat dan semakin lama jumlah penderita semakin meningkat, membuat para pekerja dan pemilik bisnis perlu memikirkan bagaimana strategi bertahan di tengah wabah ini.

Semenjak pandemi COVID-19 bisnis ritel menjadi salah satu sektor yang paling terkena dampaknya, menurunnya jumlah pelanggan, kesulitan mendapatkan bahan baku dari pemasok dan bahkan beberapa bisnis ritel yang terpaksa merumahkan karyawannya dan bahkan tutup sementara.

Baca juga : 5 Bidang Bisnis Startup yang Berkembang saat Pandemi

Hal itu disebabkan karena adanya pelaksanaan program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Menurut laporan pemerintah, minggu ini menjadi minggu terakhir untuk pelonggaran program. Selesainya program tersebut, seluruh masyarakat harus dapat menerima kondisi baru atau yang disebut sebagai new normal.

New normal sendiri merupakan tatanan baru atau kondisi baru untuk dapat beradaptasi dengan COVID-19. Hal ini diberlakukan dengan tujuan untuk menekan penyebaran virus dan juga perputaran perekonomian tetap berjalan. Bagaimanapun juga bisnis ritel menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.

Baca juga : 5 Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona di Tempat Usaha

Agar tetap bisa bertahan bisnis ritel perlu membuat strategi untuk menghadapi kondisi new normal. Melansir dari Kompas.com berikut ini merupakan beberapa cara atau strategi yang perlu dilakukan oleh bisnis ritel untuk menghadapi new normal.

Menjalankan Protokol Kesehatan

Saat bisnis ritel sudah kembali beroperasi, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah menjalankan protokol kesehatan. Pemerintah menghimbau untuk setiap outlet atau gerai bisnis ritel perlu menyediakan hand sanitizer, menggunakan masker, dan juga menerapkan batas untuk antrian.

Baca juga : Simak, Panduan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Karena bisnis ritel menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi, bisnis tersebut perlu menerapkan protokol kesehatan untuk menghadapi new normal. Dengan menerapkan hal tersebut setidaknya dapat menekan angka penyebaran virus corona dan dapat menjalankan kembali roda perekonomian.

Selain menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer, tempat bisnis ritel juga perlu memberlakukan shifting karyawan dan juga pembatasan orang dalam satu ruangan. Beberapa strategi tersebut disinyalir menjadi kondisi new normal hampir di seluruh dunia demi menekan penyebaran virus corona.

Manfaatkan Teknologi

Sebuah teknologi terlebih internet diprediksikan setelah pandemi ini penggunanya akan semakin meningkat, karena segala kebutuhan masyarakat saat masa karantina sangat terbantu sekali dengan internet, seperti membeli kebutuhan pokok, mengirim barang, dan juga berbelanja.

Baca juga : Teknologi yang Digunakan Aplikasi Kasir Online

Melihat tingginya konsumsi internet sekarang dan untuk menghadapi kondisi new normal, bisnis ritel perlu melihat peluang tersebut untuk meningkatkan penjualan. Langkah sederhana yang dapat dilakukan dengan menggunakan marketplace sebagai media penjualannya.

Selain itu bisnis ritel juga perlu memanfaatkan teknologi internet lain dari fitur yang terdapat pada aplikasi kasir online. Saat ini aplikasi kasir online dari KAWN mampu mengakomodir pembelian takeaway yang terintegrasi dengan aplikasi ojek online.

Atur Ulang Pemasok

Strategi lain yang perlu dilakukan oleh bisnis ritel untuk menghadapi new normal adalah mengatur ulang pemasok. Setelah 2-3 bulan tidak beroperasi beberapa bisnis ritel kehilangan pemasok atau bahkan kelebihan stok bahan baku karena sudah lama tersimpan.

Baca juga : Cara Memasukan Pemasok untuk Outlet di Aplikasi Kasir Online KAWN

Maka dari itu bisnis ritel perlu mencari pemasok baru atau menerima stok bahan baku tertentu agar stok yang dimiliki tidak overload. Dengan menggunakan strategi, bisnis ritel mampu mengatur stok barang atau bahan baku yang dimiliki dan juga tetap bisa menjaga cash flow.

Keamanan Karyawan

Saat new normal sebagian besar workflow karyawan dari bisnis ritel juga ikut berubah.  Salah satunya, yaitu shifting. Karena bisnis ritel perlu melakukan transaksi secara offline atau langsung maka seorang owner perlu memperhatikan keamanan karyawannya. Karena bagaimanapun juga karyawan adalah aset di sebuah bisnis.

Baca juga : Manajemen Risiko Keamanan Rantai Pasok Saat Pandemi

Dengan memberlakukan shifting hal ini dapat menjadi salah satu strategi bisnis ritel untuk menghadapi kondisi new normal. Strategi ini sudah banyak diberlakukan oleh beberapa bisnis di Eropa dan juga di beberapa kota besar di Indonesia. Hal ini juga menjadi salah satu cara untuk menjalankan protokol kesehatan.

Rebranding

Mungkin strategi yang satu ini dapat dikatakan sebagai strategi terakhir yang dapat dilakukan oleh bisnis ritel. Ketika keuangan tidak lagi aman dan pemasukan mulai tidak memperlihatkan hasil yang baik saat sudah memasuki new normal. Rebranding bisnis bisa menjadi  salah satu langkah yang bisa dilakukan.

Baca juga
: Ingin Melakukan Rebranding? Ketahui Dulu Hal Pentingnya

Sebelum rebranding bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya yaitu peluang jangka panjang. Saat pandemi COVID-19 banyak diantara masyarakat yang memiliki masalah kesehatan dan bagaimana masyarakat bisa tetap menjaga imunitasnya agar tidak mudah sakit.

Mungkin yang sebelumnya memiliki bisnis F&B, melihat peluang tersebut dapat melakukan rebranding dengan menjual sayur-sayuran, buah-buahan, atau obat dan makanan herbal lainnya. Memperkenalkan produk baru (rebranding) memang tidaklah mudah, tapi perlu upaya yang konsisten agar bisnis yang baru ini dapat diterima pelanggan dan sesuai dengan masyarakat butuhkan.

Baca juga : 5 Alasan Bisnis F&B Kamu Perlu Menggunakan Kasir Online

Nah berikut tadi merupakan beberapa strategi bisnis yang perlu dilakukan saat menghadapi new normal. Salah satu diantaranya adalah dengan memanfaatkan teknologi aplikasi kasir online. Dengan fitur pembelian takeaway pada aplikasi kasir online KAWN dapat membantu bisnis ritel berkembang kembali, klik disini untuk coba gratis selama 30 hari!