5 Hal Penting yang Dilakukan Bisnis Kuliner saat New Normal

-

Sejak diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) seluruh aktivitas masyarakat di Indonesia hampir lumpuh, bisnis kuliner adalah salah satu bidang yang paling terkena dampaknya. Sebagian besar restoran atau outlet di pinggir jalan atau mall terpaksa harus tutup demi menekan penyebaran virus.

Baca juga : 5 Bidang Bisnis Startup yang Berkembang saat Pandemi

Memasuki bulan ke-3 PSBB membuat keadaan bisnis kuliner cukup memprihatinkan, para owner hampir sama sekali tidak ada pemasukan dan bingung bagaimana membayar gaji karyawan. Agar kondisi tersebut tidak berlanjut maka pemerintah melakukan peregangan dan masa transisi atau disebut dengan new normal.

Baca juga : 5 Strategi Bisnis Ritel untuk Menghadapi New Normal

Masa new normal merupakan suatu keadaan atau cara hidup baru dimana masyarakat perlu menerapkan protokol kesehatan demi menekan laju penyebaran virus. Selain itu, kondisi ini juga sedikit menguntungkan bagi para pelaku bisnis kuliner karena mampu memutar roda perekonomian dan bisnisnya bisa bertahan.

Maka dari itu para pemilik bisnis kuliner perlu menyusun atau membuat strategi untuk memasuki era new normal agar bisnisnya tetap bisa berjalan. Melansir dari kompas.com berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan.

Ciri Khas

Setelah outlet lama tidak beroperasi dan telah masuk masa new normal, sebagian besar para pemilik bisnis kuliner atau mungkin juga termasuk Anda sudah memikirkan langkah yang perlu diambil agar bisnis yang sedang dijalankan bisa tetap bertahan, hal ini bisa dilakukan dengan cara pivot.

Baca juga : 6 Tips Sukseskan Bisnis Kuliner Daerah!

Pivot bisnis dilakukan bertujuan untuk menyelamatkan bisnis Anda agar bisa lebih baik kedepan. Dalam dunia bisnis kuliner ini bisa dilakukan dengan cara merubah ciri khas menu outlet Anda, misalnya dengan membuat menu baru atau menu unik yang outlet lain tidak miliki.

Seperti di buku Purple Cow : Transform Your Business by Being Remarkable karya Seth Godin yang menceritakan seorang anak terkesan melihat sapi berwarna ungu dan selalu mengingatnya karena sapi tersebut berbeda dengan sapi disekitarnya. Maka dari itu, buatlah perbedaan bisnis kuliner Anda dengan bisnis kuliner lainnya.

Promosi

Semenjak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar, membuat para pelaku bisnis kuliner kehilangan pelanggannya. Melakukan promosi merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mengembalikan pelanggan dan bahkan bisa mendapatkan pelanggan baru.

Baca juga : 5 Cara Melakukan Promosi Online untuk Bisnis F&B

Dengan melakukan promosi, Anda bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas dan selain itu Anda juga bisa memperkenalkan menu baru atau menu yang menjadi ciri khas bisnis kuliner Anda. Disini Anda bisa memanfaatkan teman atau referral marketing atau online marketing, seperti repost di akun media sosial Anda.

Melakukan promosi tersebut terbilang cukup efektif di tengah krisis seperti sekarang ini, karena Anda tidak perlu mengeluarkan kocek yang terlalu banyak. Anda juga bisa meminta tolong teman yang memiliki jumlah followers cukup banyak untuk membantu mempromosikan bisnis Anda.

Higienis & Sehat

Makanan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia, saat terjadi pandemi COVID-19 sekarang ini masyarakat jauh lebih aware atau peduli dengan apa yang mereka konsumsi dan seberapa banyak gizi di dalamnya, karena kesehatan menjadi prioritas utama.

Baca juga : Pentingnya Edukasi Konsumsi Makanan Sehat & Higienis

Berkaitan dengan point sebelumnya tentang ciri khas, Anda bisa mengganti menu sebelumnya atau menambahkan menu-menu yang gizinya terjaga, seperti menu vegetarian atau jus dari buah-buahan. Selain itu, apabila mendapatkannya dari pemasok Anda juga bisa pastikan barang yang Anda terima bersih dan higienis.

Menjual menu vegetarian juga bisa jadi pilihan, disamping mudah dalam proses pengolahannya Anda juga bisa memperoleh banyak keuntungan. Karena semenjak pandemi sebagian besar dari orang lebih mementingkan kualitas gizinya dibandingkan harganya.

Protokol Kesehatan

Selanjutnya yang perlu dilakukan oleh bisnis kuliner saat new normal, yaitu memberlakukan protokol kesehatan, ini penting sekali dilakukan terlebih yang memiliki outlet atau restoran. Hal tersebut nantinya membuat pelanggan yang datang dijamin kesehatannya dan aman makan ditempat.

Baca juga : Bisnis Hotel Utamakan Teknologi Atau Protokol Kesehatan

Cara yang dilakukan juga cukup beragam, Anda bisa pastikan untuk karyawan outlet tersebut menggunakan masker dan shifting. Selain itu, Anda juga bisa membuat peraturan untuk setiap pelanggan yang datang wajib menggunakan masker, hand sanitizer atau cuci tangan terlebih dahulu, duduk dengan jarak 1 meter dan sebelum masuk di cek suhu tubuhnya.

Digitalisasi

Teknologi internet sangat membantu sekali di hampir seluruh bidang kehidupan manusia, termasuk juga bisnis kuliner. Berkaca dari para pelaku bisnis e-commerce atau marketplace, di saat pandemi seperti sekarang ini mereka berhasil meningkatkan penjualan 2 bahkan 3 kali lipat dari sebelumnya.

Baca juga : Digitalisasi Bisnis di Era Revolusi Industri 4.0

Karena semenjak PSBB masyarakat membentuk kebiasaan baru untuk menghabiskan waktunya di internet. Cara yang bisa digunakan untuk bisnis kuliner dengan memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan membuat website untuk bisnis kuliner Anda.

Agar lebih siap lagi untuk memasuki era new normal, bisnis kuliner Anda perlu menggunakan aplikasi kasir online KAWN. Karena fitur didalamnya dapat membantu dan memudahkan bisnis Anda, klik disini untuk coba gratis selama 30 hari!