5 Bidang Bisnis Startup yang Berkembang saat Pandemi

-

Virus corona selain memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, pandemi ini juga memiliki pengaruh lain yang cukup signifikan dalam sebuah perkembangan bisnis di dunia termasuk di Indonesia, dampak negatif dari pandemi membuat pemasukan perusahaan atau bisnis semakin lama kian menurun.

Akibatnya beberapa perusahaan melakukan lay off atau PHK karyawan demi mempertahankan bisnisnya agar tetap berjalan. Bidang perusahaan yang paling terkena dampak dari pandemi ini, yaitu F&B, retail, dan juga travel atau pariwisata. Bahkan dari perusahaan tersebut ada yang gulung tikar atau terpaksa untuk tutup.

Baca juga : 5 Peluang Bisnis Saat Pandemi COVID-19

Banyaknya perusahaan yang terpaksa merumahkan karyawannya, tanpa dipungkiri terdapat juga perusahaan yang justru mendapatkan pemasukan atau keuntungan dan bahkan menambahkan karyawannya untuk dapat mengoperasionalkan bisnisnya.

Melansir dari Harvard Business Review bidang bisnis yang berkembang saat pandemi COVID-19, yaitu bisnis yang berbasis daring atau digital. Keterbatasan aktivitas masyarakat membuat platform daring saat ini sudah menjadi bagian dari keseharian, seperti berbelanja, bekerja hingga belajar. Maka bidang bisnis seperti itulah yang berkembang saat ini.

Baca juga : 5 Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona di Tempat Usaha

Berikut ini beberapa bidang startup yang berkembang saat pandemi COVID-19, tentunya beberapa perusahaan tersebut terdapat di Indonesia, lho!

E-commerce

Kegiatan berbelanja saat COVID-19 seperti sekarang ini memiliki kenaikan yang cukup signifikan, salah satunya perusahaan e-commerce dari Amerika, Amazon. Melansir dari New York Times, penjualan dan traffic pengunjung Amazon meningkat 2 kali lipat dibandingkan 3 tahun kebelakang.

Baca juga : Tren Ekonomi Digital Makin Berkembang di Tengah Pandemi

Aktivitas berbelanja daring saat pandemi menjadi suatu keharusan yang dilakukan, karena seperti yang kita ketahui bahwa beberapa pusat perbelanjaan offline atau department store terpaksa tutup sementara untuk menghindari dan menekan penyebaran virus agar tidak meluas.

Selain Amazon platform e-commerce Bukalapak dan Tokopedia besutan karya anak bangsa juga saat ini ikut berkembang. Karena di platform tersebut segala bentuk transaksi pembayaran dapat dilakukan melalui digital, seperti membayar pulsa, membayar listrik dan bahkan kebutuhan makanan pokok harian juga tersedia.

Edu-tech

Edu-tech atau education technology merupakan salah satu bidang bisnis yang berkembang saat COVID-19. Adanya program dari pemerintah untuk memberlakukan lockdown atau PSBB membuat sekolah dan kantor memberlakukan Work From Home dan Study From Home. Hal ini dapat menjadi peluang besar untuk pelaku bisnis ed-tech sebagai penyedia layanan belajar.

Baca juga : Peran Edutech dalam Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Karena tidak bisa melakukan aktivitas di luar rumah, para profesional atau pekerja beberapa dari mereka menghabiskan waktunya untuk mengambil kelas daring berbayar untuk meningkatkan skill dan kemampuan mereka. Tidak jarang, beberapa penyedia layanan kelas daring tersebut memberikan sertifikat sebagai bukti keabsahan bahwa peserta telah menguasai materi dengan baik.

Selain para pekerja, siswa sekolah juga cukup terbantu dengan adanya kelas daring beberapa platform bimbel daring yang ada di Indonesia, seperti Ruangguru dan Zenius. Dengan adanya platform tersebut para siswa jadi tidak ketinggalan materi pelajaran yang ada di sekolah.

Kesehatan

Bisnis startup bidang kesehatan juga menjadi salah satu bisnis yang berkembang saat pandemi COVID-19. Karena virus ini bersifat psikosomatis membuat sebagian besar orang sedikit cemas dengan gejala yang diberikan. Maka dengan menggunakan aplikasi seperti Halodoc masyarakat bisa konsultasi secara daring melalui platform ini.

Baca juga : Live Chat Konsultasi Kesehatan Dokter Online

Platform daring kesehatan ini tidak usah diragukan lagi kredibilitasnya, dokter yang melayani merupakan dokter-dokter pilihan yang sesuai dengan spesialisasinya masing-masing. Dan selain itu, harga yang ditawarkan untuk konsultasi juga beragam tergantung dari gejala yang dialami oleh pasien.

Content Creator

Content creator atau pembuat konten baik melalui tulisan, visual, maupun audio dapat dikatakan sebagai bidang bisnis startup baru. Saat pandemi COVID-19 muncul dan mulai diberlakukannya lockdown atau PSBB membuat kebiasaan masyarakat baru untuk mengonsumsi internet semakin meningkat.

Baca juga : Peran Content Creator Terhadap Pandemi Covid-19

Hal ini membuat para content creator dengan masif membuat berbagai macam konten baru untuk dinikmati oleh para follower atau subscribernya, tentunya dengan meningkatkan viewer dari jumlah konten yang dihasilkan content creator akan terus mendapatkan keuntungan.

Seperti baru-baru ini content creator asal Amerika Joe Rogan yang memiliki lebih dari 8 juta subscriber di channel Youtube dibajak oleh Spotify untuk membuat konten secara eksklusif di platform tersebut. Dengan kerjasama selama kurang lebih satu tahun, Joe Rogan berhasil mengantongi 100 juta US dollar untuk membuat konten khusus untuk Spotify.

Collaboration tools

Bidang bisnis startup yang terakhir, yaitu collaboration tools. Bisnis ini dapat dikatakan sebagai bidang software komunikasi. Mungkin kalau Anda seorang pekerja sudah tidak asing lagi dengan tools seperti Zoom atau Google Meet. Kedua aplikasi tersebut digunakan untuk conference call sesama rekan kerja atau dengan client.

Baca juga : Collaboration Tools, Teknologi Andalan Selama Pandemi

Selain collaboration tools video call tersebut, terdapat juga tools chat seperti Slack dan task project seperti Asana dan Trello. Selama pandemi COVID-19 user premium tools tersebut semakin kian meningkat dan berbanding lurus dengan pemasukan yang didapat dari pengguna yang berlangganan.

Nah berikut tadi merupakan beberapa bidang bisnis startup yang berkembang saat pandemi. Platform daring menjadi salah satu perputaran bisnis ekonomi baru. Karena pandemi virus tidak hanya terjadi sampai saat ini saja, apabila Anda memiliki bisnis mulailah melakukan transisi ke platform daring agar bisa tetap bertahan jika pandemi datang kembali.